Skripsi
Menggali pemahaman konsep siswa tentang stoikiometri di MAN 3 Malang menggunakan instrumen dianostik Two-Tier / Indah Krisnawati
Abstrak
Krisnawati Indah. 2013. Menggali Pemahaman Konsep Siswa Tentang Stoikiometri di MAN 3 Malang Menggunakan Instrumen Diagnostik Two-Tier. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prayitno M.Pd (II) Dr. Fauziatul Fajaroh M.S. Kata Kunci pemahaman konsep stoikiometri two-tier Kimia merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Hal ini karena kebanyakan konsep dalam kimia bersifat abstrak. Salah satu tujuan pembelajaran kimia di sekolah adalah agar siswa memahami konsep prinsip hukum dan teori kimia serta saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. Oleh karena itu penting sekali bagi siswa untuk memahami konsep-konsep dalam kimia. Salah satu konsep kimia yang sering dianggap sulit adalah stoikiometri. Tujuan penelitian ini adalah 1) menggali pemahaman konsep siswa kelas XI IPA MAN 3 Malang pada materi Stoikiometri 2) mengetahui miskonsepsi yang dialami siswa kelas XI IPA MAN 3 Malang pada materi Stoikiometri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah 63 siswa kelas XI IPA MAN 3 Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes diagnostik two-tier sebanyak 44 butir soal dengan reliabilitas 0 945. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Mei 2013. Data pemahaman konsep siswa diperoleh dengan menentukan besarnya persentase siswa yang menjawab benar. Selain itu untuk menentukan miskonsepsi yang dialami siswa dapat dilakukan dengan cara menghitung persentase siswa yang konsisten menjawab salah pada soal-soal berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa dalam konsep stoikiometri adalah rendah (37 56%). Selain itu ditemukan pula beberapa miskonsepsi diantaranya (1) Senyawa yang memiliki wujud padatan atau logam selalu memiliki massa yang lebih besar daripada senyawa yang berwujud abu (19 0%) (2) Pada suhu dan tekanan yang sama volume total sebelum reaksi sama dengan volume total setelah reaksi hanya jika semua zat yang terlibat reaksi berwujud gas (23 8%) dan (3) Pada reaksi pelarutan padatan massa setelah reaksi menjadi lebih kecil karena larutnya padatan disertai dengan menghilangnya massa padatan (20 6%).