Skripsi
Efektifitas model pembelajaran \"KAPRA\" pada materi asam-basa dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA / Rizky Arnadi Juan Suluh
Abstrak
Suluh Rizky Arnadi Juan. 2013. Efektifitas Model Pembelajaran KAPRA pada Materi Asam-Basa dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Rahayu M.Ed. Ph.D (II) Drs. Prayitno M. Pd. Kata Kunci KAPRA prestasi belajar asam basa Berbagai penelitian menunjukkan bahwa materi asam-basa tergolong materi yang sulit bagi siswa. Selama ini materi tersebut dibelajarkan secara konvensional sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan kurang dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Oleh karena itu diperlukan adanya inovasi pembelajaran yang lebih melibatkan siswa dalam membangun konsep serta aktif dalam mengikuti pembelajaran (student centered). Salah satu inovasi model pembelajaran yang yang berpusat pada siswa adalah model pembelajaran KAPRA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran KAPRA pada materi asam-basa dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu pretes-pascates. Penelitian dilakukan sebanyak sebelas kali 90 menit dengan 42 siswa kelas XI (kelompok eksperimen). Sementara kelas lain dengan 42 siswa (kelompok kontrol) dari sekolah yang sama dibelajarkan secara konvensional. Data dikumpulkan dengan tes prestasi belajar asam-basa yang terdiri dari 24 butir tes pilihan ganda dan observasi untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran. Hasil uji coba tes menunjukkan reliabilititas tes sebesar 0 821. Data dianalisis dengan ANCOVA dan skor perolehan (gain scores) siswa dianalisis dengan uji-t dua pihak pada taraf signifikansi 61537 0 050. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pembelajaran di kelas eksperimen dan kontrol terlaksana dengan baik (2) model pembelajaran KAPRA lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan metode konvensional dengan Fhitung (8 355) yang lebih besar dari Ftabel (3 959 ) dan nilai signifikansi 0 005. Hal ini didukung dengan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor perolehan (gain scores) kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan thitung (3 453) yang lebih besar dari ttabel (1 989) dan nilai signifikansi 0 001.