Skripsi
Analisis kinerja keuangan pada bank BUMN periode 2009-2011 (studi kasus pada bank BRI, BNI, BTN, Mandiri) / Yogi Tirta Siwi
Abstrak
Siwi Yogi tirta. 2013. Analisis Kinerja Keuangan pada bank BUMN periode 2009-2011 (Studi kasus pada BANK BRI BNI BTN MANDIRI). Skripsi. Jurusan Ilmu ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Bambang Pranowo S.E. M.Pd. Ak (II) Dr. Imam Mukhlis S.E. M.Si. Kata Kunci Kinerja Keuangan Rasio Keungan. Pembangunan merupakan penggerak kegiatan ekonomi yang dalam pelaksanaanya selalu berhubungan erat dengan kegiatan jasa keuangan. Dimana jasa keuangan yang bersentuhan langsung dengan pembangunan adalah jasa keuangan perbankan. Perbankan yang kokoh akan mampu menopang kegiatan ekonomi melalui fungsinya sebagai lembaga intermediasi dengan menyalurkan dana dari unit-unit ekonomi yang kelebihan dana (surplus) kepada unit-unit ekonomi yang kekurangan dana (defisit). Oleh karena itu dibutuhkan kinerja keuangan yang baik untuk menjalankan tugas tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja keuangan suatu bank adalah dengan melakukan analisis dengan menggunakan penghitungan rasio keuangan. Dengan menggunakan rasio keuangan nantinya akan diketahui bagaimana kinerja keuangan suatu bank dari segi Likuiditas rentabilitas dan Solvabilitas. Tujuan dari analisis kinerja keuangan perbankan adalah untuk mengetahui bagaimanakah kinerja keuangan suatu bank ditinjau dari segi Likuiditas rentabiltas dan Solvabilitas. Diharapkan dengan adanya penelitian ini akan memberi gambaran mengenai kinerja keuangan suatu bank untuk lebih memberikan rasa kepercayaan kepada suatu bank. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan. Rasio keuangan yang digunakan terdiri dari rasio Likuiditas rasio Rentabilitas dan rasio Solvabilitas dimana bank BUMN yang menjadi obyek penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh hasil kinerja keuangan bank BUMN ditinjua dari segi Likuiditas Rentabilitas dan Solvabilitas secara keseluruhan dapat dikatakan baik atau sehat. Hal ini mengacu pada standarisasi yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia dimana kinerja keuangan bank BUMN berada pada standart tersebut. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat memberi saran agar bank-bank BUMN tetap menjaga kinerjanya yang sudah baik terlebih-lebih meningkatkan. Karena hal ini nantinya akan memberi rasa percaya kepada para nasabah untuk menanamkan dananya pada pihak bank.