Skripsi
Perbedaan adversity quotient antara mahasiswa pecinta alam dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi di Universitas Negeri Malang / Brilian Tri Wicaksono
Abstrak
Tri Wicaksono Brilian. 2013. Perbedaan Adversity Quotient antara Mahasiswa Pecinta Alam dengan Mahasiswa yang Tidak Mengikuti Organisasi di Universitas Negeri Malang. Skripsi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah M.Si (II) Ika Ardini Farida S.Psi M.Psi. 12288 12288 Kata kunci adversity quotient mahasiswa pecinta alam 12288 12288 Adversity Quotient (AQ) adalah kemampuan seseorang dalam menghadapi kesulitan/permasalahan kemudian dapat mengubahnya menjadi peluang. Adversity Quotient memiliki empat dimensi ukur yang disebut CO2RE yaitu dimensi kendali (Control C) dimensi asal usul kepemilikan (Origin Ownership O2) dimensi jangkauan (Reach R) dan dimensi daya tahan (Endurance E). Kegiatan pendakian gunung (yang membuat Paul G.Stoltz mengadakan berbagai riset dan penelitian mengenai AQ) merupakan salah satu kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam yang memiliki kesulitan tinggi. Mahasiswa Pencinta Alam merupakan organisasi kemahasiswaan yang berkedudukan dalam suatu intitusi pendidikan tinggi yang dibentuk sebagai wadah pendidikan lingkungan hidup dan kepencintaalaman. Stoltz (2003) menjelaskan bahwa organisasi dengan AQ yang tinggi mendorong anggotanya untuk berusaha mencapai tujuannya. 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk megetahui perbedaan Adversity Quotient antara Mahasiswa Pecinta Alam dengan Mahasiswa yang Tidak Mengikuti Organisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 60 orang mahasiswa dengan rincian 30 orang yang termasuk dalam anggota Mahasiswa Pecinta Alam dan 30 orang mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive quota sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Adversity Response Profile (ARP) yang telah disesuaikan kedalam situasi keorganisasian sebanyak 34 aitem yang valid dengan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbach sebesar 0 917. Data hasil penelitian ini dianalis menggunakan uji perbedaan dengan menggunakan uji t. 12288 12288 Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh hasil bahwa (1) Mahasiswa Pecinta Alam memiliki rata-rata skor Adversity Quotient sebesar 99 73 dengan tingkat Adversity Quotient sedang dan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi sebesar 90 43 dengan tingkat Adversity Quotient sedang (2) Adversity Quotient antara Mahasiswa Pecinta Alam dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi memiliki perbedaan (p 0 0000 05) O2 (p 0 045 0 05) R (p 0 007 0 05) E (p 0 012 0 012)). (4) Mahasiswa Pecinta Alam lebih banyak yang memperoleh tingkat dimensi penyusun Adversity Quotient tinggi (dimensi C 14 orang O2 14 orang R 11 orang E 10 orang) dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi (dimensi C 4 orang O2 2 orang R 3 orang E 26 orang). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Adversity Quotient Mahasiswa Pecinta Alam lebih tinggi daripada Mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi.