Skripsi
Model kerukunan umat beragama antar umat Islam dan Kristen pada masyarakat Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang serta kontribusinya bagi pendidikan karakter / Nur Ayomi Pinastika
Abstrak
Pinastika Nur Ayomi. 2013. Model Kerukunan Umat Beragama antar Umat Islam dan Kristen pada Masyarakat Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang serta Kontribusinya bagi Pendidikan Karakter. Skripsi Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Nur Hadi M.Pd M.Si (2) Aditya Nugroho Widiadi S.Pd M.Pd Kata kunci model kerukunan umat beragama Jombang Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri dari beranekaragam budaya bermacam-macam suku bangsa ras etnis dan agama. Kondisi semacam ini sangat berpengaruh terhadap kesatuan bangsa dan negara. Jika masyarakat tidak memiliki tenggang rasa yang tinggi akan mudah terjadi perpecahan yang disebabkan oleh perbedaan yang ada. Di samping itu Indonesia juga menganut berbagai macam agama yaitu Islam Kristen Hindu Budha dan Konghucu. Dari kelima agama tersebut penganut agama Islam yang paling banyak. Hal ini juga terlihat di Kabupaten Jombang bahkan kabupaten ini mendapat julukan Kota Santri . Meskipun penganut agama Islam yang paling banyak di Kabupaten Jombang bukan berarti agama selain Islam tidak bisa berkembang. Bahkan di Desa Ngrimbi terdapat bangunan masjid dan gereja yang bersebelahan dan belum ada konflik yang terjadi yang bersumber dari perbedaan agama tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan rumusan masalah sebagai berikut (1)bagaimanakah kondisi keberagaman masyarakat Desa Ngrimbi (2)bagaimanakah faktor pembangun kerukunan antar umat beragama di Desa Ngrimbi (3) bagaimanakah model kerukunan umat beragama antar umat Islam dan Kristen di Desa Ngrimbi serta kontribusinya bagi pendidikan karakter Adapun tujuan penelitiannya (1) mendeskripsikan kondisi keberagaman masyarakat Desa Ngrimbi (2) mendeskripsikan faktor pembangun kerukunan umat beragama di Desa Ngrimbi dan (3) mendeskripsikan dan menganalisis model kerukunan umat beragama antar umat Islam dan Kristen di Desa Ngrimbi serta kontribunsinya bagi pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata (narasi) gambar pemahaman dari hasil penglihatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan atau melukiskan suatu kenyataan sosial dalam masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari orang-orang yang dijadikan informan di antaranya pemuka agama aparat desa dan juga pemeluk agama selain itu juga peristiwa keagamaan yang berupa peringatan hari besar keagamaan dan keadaan atau situasi yang terjadi di masyarakat. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data pemaparan data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan ketekunan pengamatan triangulasi pengecekan anggota dan kecukupan referensi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui bahwa pertama kondisi keragaman yang ada di Desa Ngrimbi adalah dari segi agama adat istiadat dan mata percaharian. Kedua faktor pembangun kerukunan antar umat beragama di Desa Ngrimbi adalah (1) kesadaran semua umat akan pentingnya kerukunan (2) letak rumah dan tempat ibadah yang bersebelahan (3) pemakaman warga yang menjadi satu (4) kerjasama antar umat beragama (5) adanya paguyuban antar umat beragama dan (6) adanya tradisi menghormati hari besar agama lain. Ketiga model kerukunan umat beragama antar umat Islam dan Kristen yang tercipta di Desa Ngrimbi yaitu sikap toleransi yang tinggi antar sesama dan juga komunikasi yang lancar. Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh dari hasil penelitian maka disarankan beberapa hal berikut (1) untuk menjaga agar keberagaman masyarakat Desa Ngrimbi tidak menimbulkan konflik dari segi pekerjaan pendidikan mata pencaharian agama dan juga adat-istiadat sebaiknya seluruh masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga kerukunan hidup bermasyarakat (2) untuk menjaga kerukunan antar umat beragama sebaiknya seluruh masyarakat bersatu untuk menjaga kerukunan dengan saling menghargai satu sama lain dan melakukan komunikasi dalam hidup bermasyarakat dan (3) kepada peneliti yang selanjutnya disarankan untuk lebih mendalami masalah sosial keagamaan yang ada di sekitar untuk lebih memahami kondisi sosial masyarakat Indonesia yang multikultur.