Tesis
Emily Bronte\'s Wuthering Heights in Indonesian version: Lulu Wijaya\'s translation strategies and inappropriateness explored / Maria Lucia Luciana
Abstrak
12288 12288 12288 12288 Luciana Maria Lucia. 2013. Emily Bront s Wuthering Heights in Indonesian Version Lulu Wijaya s Translation Strategies and Inappropriateness Explored. Tesis. Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) A. Effendi Kadarisman M.A. Ph.D. (II) Dr. Enny Irawati M.Pd. 12288 12288 12288 12288 Kata kunci strategi penerjemahan ketidakselarasan 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Banyak mahasiswa yang mengambil matakuliah Prose menghadapi dua masalah besar. Pertama adalah keharusan mereka membaca novel Inggris klasik sedangkan mereka justru tidak suka membaca. Kedua adalah keharusan mereka untuk berjuang karena rendahnya kompetensi mereka dalam bahasa Inggris yang mengakibatkan keharusan membaca novel menjadi sebuah beban. Untuk menanggulangi kendala tersebut mereka berpaling ke versi terjemahan bahasa Indonesia dari novel yang wajib mereka baca. Karena banyak mahasiswa melakukan hal ini rasa penasaran peneliti menjadi terbangkitkan. Dia ingin meneliti apakah novel klasik berbahasa Inggris tersebut sudah diterjemahkan dengan baik atau tidak. Dengan tujuan inilah maka peneliti memilih novel klasik Wuthering Heights yang ditulis oleh Emily Bront . Sebagai pembandingnya peneliti memilih versi bahasa Indonesia dari novel tersebut yang diterjemahkan oleh Lulu Wijaya dan diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2011. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan jawaban terhadap dua masalah yang diajukan di dalam tesis ini. Pertama adalah untuk meneliti strategi penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan novel Wuthering Heights yang ditulis oleh Emily Bront . Kedua adalah untuk melihat seberapa selaraskah terjemahan versi bahasa Indonesia dari novel ini. 12288 12288 12288 12288 Metode penelitian yang digunakan di dalam tesis ini adalah analisa konten di mana data primer diambil dari kedua sumber data utama yakni versi asli Wuthering Heights dalam bahasa Inggris yang ditulis oleh Emily Bront dan versi bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh Lulu Wijaya. Data yang diperoleh dari kedua novel tersebut lalu diseleksi lagi secara seksama. Pada mulanya peneliti mendapatkan 342 data tetapi setelah pengamatan lebih lanjut dia menguranginya menjadi hanya 100 data. Data tersebut kemudian dianalisa dengan membandingkan versi terjemahan dengan versi aslinya dan dengan saran terjemahan yang diberikan oleh peneliti yang dianggap lebih selaras daripada versi terjemahan oleh penerjemah dan juga beberapa catatan atau komentar. Peneliti kemudian membagi data menjadi dua bagian dengan memberikan setengah bagian pertama dari novel asli kepada validator pertama dan setengah bagian kedua kepada validator kedua. Mereka lalu mencermati kedua versi yakni terjemahan oleh penerjemah dan terjemahan yang disarankan oleh peneliti dan memberikan catatan mengenai hal tersebut. Dengan terjemahan yang disarankan catatan atau komentar oleh peneliti dan kedua validator peneliti akhirnya dapat mengambil kesimpulan dari analisis data. 12288 12288 12288 12288 Berkaitan dengan strategi yang digunakan dalam menerjemahkan 100 entri data yang didapatkan dari kedua novel yang dibahas ini dapat disimpulkan bahwa penerjemah menggunakan 10 macam strategi yaitu sinonimi (32 entri) terjemahan literal (23 entri) parafrase (18 entri) penghapusan (16 entri) hiponimi (3 entri) terjemahan bebas (3 entri) dan perubahan penekanan modulasi pinjaman dan perubahan abstraksi yang masing-masing digunakan hanya satu kali. 12288 12288 12288 12288 Analisis data mengungkapkan bahwa dari 100 entri data yang dianalisa 96% di antaranya dianggap tidak diterjemahkan dengan selaras sesuai dengan pengamatan dan validasi oleh validator pertama Hariyanto. Ini berarti dia setuju dengan penerjemah hanya sebanyak 4% dan 96% dia lebih condong dengan versi terjemahan yang disarankan oleh peneliti. Observasi dan validasi oleh validator kedua Sunardi menunjukkan bahwa 81 25% entri data dianggap tidak diterjemahkan dengan selaras oleh penerjemah. Jadi ia 81 25% setuju dengan versi yang disarankan oleh peneliti. Berkaitan dengan keselarasan strategi penerjemahan yang digunakan di penelitian ini dan sebatas 100 entri data yang digunakan hanya 4% terjemahan versi penerjemah yang dianggap selaras oleh Hariyanto dan 18 75% yang dianggap selaras oleh Sunardi dengan mengingat bahwa Sunardi hanya mengobservasi dan memvalidasi 32 dari 100 entri data. 12288 12288 12288 12288 Ada beberapa saran yang dikemukakan berkaitan dengan pengajaran matakuliah Translation dan penelitian lebih lanjut mengingat bahwa ada dua fungsi kesusastraan dalam pengajaran bahasa yaitu sebagai materi pengajaran dan sebagai sebuah studi. Dalam pengajaran matakuliah Prose dosen disarankan untuk mendorong mahasiswanya untuk membaca versi asli novel dan mengingatkan mereka untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih versi terjemahan dari novel yang ditugaskan untuk mereka baca dikarenakan ketidakselarasan terjemahan yang mungkin ada dan dalam jangka panjang akan mengganggu pemahaman mereka akan isi novel tersebut. Para dosen pengampu matakuliah Translation bisa berbagi dengan mahasiswanya mengenai strategi penerjemahan yang tepat yang digunakan untuk menerjemahkan novel yang sedang dibahas di sini yang bisa mereka aplikasikan dalam menerjemahkan novel klasik dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Pengetahuan semacam ini dapat memperluas cakrawala pemahaman dan kemampuan penerjemahan mahasiswa. Ketidakselarasan penerjemahan entri data oleh penerjemah dapat menjadi pengingat bagi para penerjemah lain bahwa untuk menghasilkan sebuah karya terjemahan yang bagus jika mereka tertarik untuk menerjemahkan karya-karya sastra terutama novel disarankan mereka sebaiknya mempertimbangkan strategi penerjemahan yang akan mereka gunakan dalam karyanya. Ada beberapa saran yang diajukan berkaitan dengan penelitian lebih lanjut. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan pada novel klasik lainnya maupun novel modern dalam bahasa Inggris. Ada kemungkinan bahwa penelitian tersebut akan menghasilkan strategi-strategi yang baru dan berbeda untuk menghasilkan sebuah karya terjemahan yang selaras dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.