Skripsi
Barak tunawisma sebagai upaya pembinaan dan pelayanan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) (studi pada \"Barak Warga Bhakti\" di Kelurahan Kuto Anyar Kabupaten Tulungagung) / Ari Winingsih
Abstrak
Winingsih Ari. 2013. Barak Tunawisma sebagai Upaya Pembinaan dan PelayananPendidikan Luar Sekolah (PLS) Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Zulkarnain Nasution M.Pd (II) Drs. Lasi Purwito M.S Kata Kunci Pengemis Kondisi Permasalahan PLS 12288 12288 12288 12288 Pengemis jalanan merupakan masalah yang umum dijumpai di berbagai kota termasuk Kabupaten Tulungagung. Munculnya pengemis dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya adalah rendahnya pendidikan dan keterampilan rendahnya pendapatan dan terbatasnya kesempatan kerja. Jumlah pengemisdi Tulungagung setiap tahunnya mengalami peningkatan dikarenakan mereka menganggap di kota memiliki struktur sosial ekonomi dan administrasi yang lebih kompleks sehingga para pengemis tertarik untuk datang ke kota untuk mencari uang. Barak Warga Bhakti(Perkampungan Pengemis) bertempat di Kelurahan Kuto Anyar Kabupaten Tulungagung mereka yang menempati barak mayoritas bekerja sebagai pengemis dan pemulung mereka menempati kamar dengan ukuran 3X3 meter. Pendidikan yang mereka miliki relatif rendah yaitu lulusan SMP dan SD. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tujuan awal didirikannya Barak Warga Bhakti Pendapat masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar lingkungan barak terhadap keberadaan barak warga bhakti pembinaan apa saja yang pernah dilakukan dibarak dan dampak-dampak-dampak yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi wawancara dokumentasi dengan menggunakan analisis data yaitu reduksi data display data dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Tujuan awal didirikannya barak warga bhakti adalah sebagai rumah singgah namun pada perkembangannya barak dijadikan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat tunawisma dan tunasusila (2) Pendapat masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar wilayah barak terhadap keberadaan masyarakat barak adalah baik karena mereka yang bertempat tinggal di sekitar barak dulunya adalah mantan penghuni barak yang mampu untuk membangun rumah di kanan kiri barak (3) Pembinaan yang dulu diberikan oleh Dinas Sosial ternyata tidak berjalan baik sehingga sekarang ini barak warga bhakti tidak tersentuh oleh pihak Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Namun masih ada pihak yang peduli yaitu SD Katolik yang sukarela memberikan les gratis dan program gizi yang berjalan rutin 2tahun terakhir ini (4) Dampak dari pembinaan ini tidak dapat dirasakan secara langsung melainkan berdampak pada generasi muda yang memiliki semangat yang tinggi dalam hal pendidikan dan lambat laun pola pikir masyarakat terhadap perlunya pendidikan mulai bisa dirasakan yaitu banyaknya masyarakat yang menyekolahkan anaknya kejenjang pendidikan yang tinggi bahkan sampai ke Perguruan Tinggi. Dengan adanya kenyataan dari kondisi pengemis seperti itu peran PLS diperlukan guna menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan. Selain itu juga peran PLS sebagai pembina pelayanan dan pendamping untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan sehingga terwujud kesejahteraan bagi pengemis umumnya dan masyarakat barak warga bhakti khususnya. Berdasarkan hasil penelitian ini adapun saran-saran yang dapat dikemukakan adalah (1) Pemerintah Kabupaten Tulungagung agar lebih memperhatikan kesejahteraan pengemis khususnya mereka yang tinggal di Barak Warga Bhakti yaitu dengan memberikan program-progran pelayanan dan pendampingan guna membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. (2) Sedangkan kepada masyarakat agar dapat membedakan-bedakan dalam memberikan bantuan kepada pengemis yang benar-benar membutuhkan bantuan atau yang tidak benar-benar membutuhkan bantuan. (3) bagi pendidikan luar sekolah (a) Hendaknya dapat meningkatkan fungsi dan peranannya sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat termasuk pengemis (b) PLS dapat menjadi mediator antara pengemis dengan Pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang terjadi berkaitan dengan pengemis (c) PLS sangat diperlukan dalam upaya memotifasi dan membantu pengemis dalam meningkatkan dan mengembangkan ekonomi serta dalam upayanya untuk memecahkan masalah dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. (4) Kepada peneliti lain untuk melanjutkan penelitian yang lebih mendalam yang masih belum terungkap dalam penelitian ini.