Skripsi
Keefektivan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) untuk menghentikan perilaku merokok (studi eksperimen pada perokok aktif) / Farah Aida
Abstrak
Aida Farah. 2013. Keefektivan Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk Menghentikan Perilaku Merokok (Studi Eksperimen pada Perokok Aktif). Skripsi Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Moh. Irtadji M.Si (II) Pravissi Shanti S.Psi. M.Psi Kata kunci kognisi perilaku merokok Cognitive Behavioural Therapy (CBT) Perilaku merokok telah banyak diketahui menimbulkan berbagai dampak negatif terutama pada kesehatan. Pengetahuan yang dimiliki setiap orang khususnya para perokok aktif tentang dampak perilaku merokok pada kenyataannya belum tentu dapat menghilangkan perilaku tersebut. Adanya perbedaan aspek-aspek kognisi pada setiap orang yang meliputi thinking (berpikir) belief (keyakinan) expectancy (harapan) attitude (sikap) serta perception (persepsi) tentang perilaku merokok dan objek rokok itu sendiri menyebabkan munculnya kecenderungan tindakan yang berbeda-beda pula. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mengetahui kognisi yang berkembang pada perokok aktif tentang perilaku merokok (2) mengetahui pengaruh perubahan kognisi terhadap perubahan perilaku merokok dan (3) mengetahui keefektivan Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk menghentikan perilaku merokok. Desain yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang perokok aktif dengan kriteria (1) sudah merokok minimal 5 tahun (2) intensitas merokok setiap hari (3) bukan alcoholic ataupun pengguna narkoba (4) memiliki pengetahuan akan kerugian perilaku merokok (5) sulit menahan diri untuk tidak merokok dan (6) memiliki keinginan untuk berhenti merokok. Ketiga subjek diberi perlakuan CBT yang mengacu pada modul/panduan terapi yang telah melalui Uji Ahli. Dalam proses CBT terdapat pre-test dan post-test dalam bentuk skala kognisi pemantauan perilaku menggunakan Behaviour Rating Scale (BRS) serta Bubble Thought untuk mengidentifikasi thought dan irrational belief. BRS dianalisis menggunakan metode yang sama dengan Skala Kognisi yakni uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan menambahkan analisis secara deskriptif. Bubble Thought yang telah diisi oleh subjek dianalisis secara desriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aspek-aspek kognisi yang berkembang dalam diri perokok aktif berbeda-beda sesuai dengan pengalaman pribadi maupun dari lingkungan (2) perubahan kognisi dapat menjadi pembuka jalan bagi perokok aktif untuk menghentikan perilaku merokok dan (3) CBT tidak efektif untuk menghentikan perilaku merokok dikarenakan perubahan kognisi dan perubahan perilaku yang tidak signifikan (Z 0 180 dan Z 0 102) serta kuatnya pembentukan perilaku oleh lingkungan.