Skripsi
Pengembangan media animasi sulam pita pada peserta didik kelas XI Busana Butik di SMKN 5 Malang / Ratna Sofia Wiragustin
Abstrak
Wiragustin R. S. 2012. Pengembangan Media Animasi Sulam Pita Pada Peserta Didik Kelas XI Busana Butik Di SMK N 5 Malang. Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih M.Pd (II) Dra. Esin Sintawati M.Pd. Kata Kunci Penelitian Pengembangan Media Animasi Sulam Pita Penelitian Pengembangan Media Animasi Sulam Pita bertujuan mengembangkan produk berupa media pembelajaran yang berisi materi sulam pita dengan menggunakan teknik animasi yang terdapat dalam Standar Kompetensi Membuat Hiasan pada Busana di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Malang. Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan media animasi ini mengadopsi enam dari sepuluh langkah pengembangan model Dick and Carey. Keenam langkah tersebut dapat menentukan strategi pembelajaran dan media yang sesuai untuk mencapai tujuan akhir dari pembelajaran yaitu pembelajaran mandiri dengan menggunakan multimedia interaktif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket yang diberikan kepada ahli media ahli materi dan peserta didik disertai dengan penayangan media animasi sulam pita yang telah dibuat. Validator dalam penelitian pengembangan ini meliputi ahli materi dan ahli media yang memvalidasi kelayakan materi dan media dari produk yang dihasilkan. Sedangkan subjek coba dalam penelitian pengembangan ini dilakukan pada peserta didik. Uji coba dilakukan kepada peserta didik dengan tujuan menilai segi ketertarikan kemudahan dalam penggunaan dan manfaat dari media animasi yang dikembangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa penelitian pengembangan yang dilakukan dinyatakan layak oleh ahli media (91 4%) ahli materi (81 3%) dan peserta didik (86 14%) sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media animasi sulam pita layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian diharapkan pengujian lapangan evaluasi dan revisi produk lebih lanjut tetap dilakukan agar media yang dikembangkan dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar dan mengajar.