Skripsi
Pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA SMAN 3 Malang pada materi hidrolisis garam / Nanda Maikristina
Abstrak
Maikristina Nanda. 2013. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadapHasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI IPA SMAN 3 Malang pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. I Wayan Dasna M.Si. M.Ed (II) Oktavia Sulistina S.Pd. M.Pd. Kata Kunci inkuiri terbimbing problem solving hasil belajar keterampilan proses sains 12288 12288 12288 12288 Kimia sebagai bagian dari sains terdiri dari dua komponen dasar yang tidak terpisahkan yaitu kimia sebagai produk dan proses. Kimia sebagai produk terdiri dari fakta konsep hukum dan teori. Kimia sebagai proses diartikan sebagai proses kerja ilmiah yang dilakukan siswa untuk menemukan dan memperoleh konsep. Salah satu materi pokok yang dibelajarkan dalam bidang kajian kimia di SMA adalah hidrolisis garam. Pada pembelajaran hidrolisis garam siswa tidak hanya dituntut untuk mengetahui sifat larutan garam tetapi juga dituntut untuk menjelaskan mengapa larutan garam tersebut dapat bersifat asam basa netral. Oleh karena itu diperlukan model pembelajaran yang mengutamakan pada proses perolehan konsep yang juga merupakan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Malang yang berjumlah tujuh kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan problem solving.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar kognitif lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran psikomotorik afektif dan keterampilan proses sains siswa. Tes kognitif dikembangkan oleh peneliti. Hasil uji coba tes hasil belajar kognitif diperoleh 25 soal valid dengan reliabilitas 0 89. Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Data keterlaksaaan pembelajaran hasil belajar psikomotorik afektif dan keterampilan proses sains dianalisa secara deskriptif sedangkan data hasil belajar kognitif siswa dianalisa secara statistik kuantitatif meliputi uji normalitas uji homogenitas dan uji-tdengan taraf signifikansi 945 0 050. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki kriteria sangat baik dengan rerata persentase keterlaksanaan 100% (2) hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing (rerata 89) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem solving (rerata 85 dengan nilai Asymp.Sig 0 035 0 05) siswa yang mencapai ketuntasan sebesar 94 12%. Hasil belajar psikomotorik siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing secara kualitatif lebih baik (kriteria sangat baik sebesar 97%) daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem solving (kriteria sangat baik 93%). Hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing secara kualitatif lebih baik (kriteria sangat baik sebesar 67 6%) daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem solving (kriteria sangat baik 40 6%) (3) keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing secara kualitatif lebih baik (rerata pencapaian 93 2%) daripada siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem solving (rerata 78 4%).