Skripsi
Pengembangan modul biologi berbasis inkuiri dan kooperatif untuk meningkatkan pencapaian kompetensi virus dan bakteri pada siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang / Bonny Ira Puspita Dewi
Abstrak
Puspita Dewi. Bonny Ira. 2013. Pengembangan Modul Biologi Berbasis Inkuiri dan Kooperatif untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Virus dan Bakteri pada Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hadi Suwono M.Si (II) Agung Witjoro S.Pd. M.Kes. Kata Kunci modul virus bakteri inkuiri kooperatif Modul merupakan salah satu contoh bahan ajar yang ditulis dengan tujuan peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Fakta mengenai pembelajaran Biologi saat ini hanya menuntut peserta didik untuk menghafal materi-materi dalam buku teks. Kenyataan tersebut menyebabkan peserta didik kurang bisa menuangkan ide-idenya dalam pembelajaran. Untuk itu diperlukan suatu modul yang dapat mengakomodasi keinginan peserta didik. Kenyataan di SMA Negeri 8 Malang pada kompetensi virus dan bakteri peserta didik masih sebatas menghafal berbagai konsep dalam buku teks yang mengakibatkan peserta didik kurang dapat menuangkan ide-idenya serta membentuk konsep baru. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan modul berbasis inkuiri dan kooperatif. Penggunaan strategi inkuiri dan kooperatif diharapkan peserta didik tidak hanya dapat menemukan informasi dalam pembelajaran untuk dirinya sendiri tapi peserta didik juga diajak untuk saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran dengan sesama teman sekelompoknya. Dengan cara ini juga dapat menumbuhkan sikap sosial pada diri peserta didik tidak individualis. Pengembangan modul menggunakan model pengembangan 3-D yang diambil dari model pengembangan 4-D (four D) yang dikemukakan oleh Thiagarajan karena langkah-langkah model tersebut mampu memberikan arahan yang detail sehingga menghasilkan produk yang jelas. Langkah-langkah tersebut meliputi define design dan develop. Modul ini divalidasi oleh ahli pendidikan ahli materi ahli penerapan lapangan (guru) serta peserta didik itu sendiri. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik sebelum mengerjakan modul diberi pretest dan setelah mengerjakan modul diberikan postest. Hasil yang didapat dari validator modul yang telah dikembangkan dinyatakan valid dengan persentase 84 66% untuk modul virus dan 84 44% untuk modul bakteri. Sedangkan untuk hasil belajar yang didapat peserta didik modul virus dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik rerata pada hasil pretest dan postest menunjukkan nilai 54 menjadi 91 dan modul bakteri juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik rerata pada hasil pretest dan postest menunjukkan nilai 36 menjadi 87.