Skripsi
Manajemen ekstrakurikuler teater (Studi kasus di SMA Negeri 7 Kota Malang) / Gina Erawati
Abstrak
Erawati Gina. 2013. Manajemen Ekstrakurikuler Teater (Studi Kasus di SMA Negeri 7 Kota Malang). Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Ali Imron M.Pd M.Si (II) Teguh Triwiyanto S.Pd M.Pd Kata kunci manajemen ekstrakurikuler teater Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat memenuhi kebutuhan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa untuk mengembangkan bakat minat-minat baru menanamkan tanggung jawab sebagai warga Negara. Selain itu melalui pengalaman-pengalaman dan pandangan-pandangan kerja sama sehingga menjadikan siswa terbiasa dengan kegiatan mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Salah satu ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 7 Kota Malang adalah teater. Ekstrakurikuler teater ini mempunyai banyak prestasi hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai macam perlombaan yang diikuti dan menjadi juara baik di tingkat propinsi maupun tingkat nasional. Adapun fungsi-fungsi manajemen yang digunakan yaitu perencanaan pengorganisasian pelaksanaan pengawasan dan evaluasi. Oleh karena itu peran manajemen perlu dilaksanakan dengan sebaik mungkin sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Fokus penelitian yaitu manajemen ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 7 Kota Malang. Fokus rinci penelitian terdiri dari (1) perencanaan ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 7 Kota Malang (2) pengorganisasian ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 7 Kota Malang (3) pelaksanaan ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 7 Kota Malang (4) pengawasan dan evaluasi ekstrakurikuler teater di SMA Negeri 7 Kota Malang (5) pendanaan terhadap kegiatan ekstrakurikuler teater (6) penataan artistik ekstrakurikuler teater (7) bentuk kerja sama yang terjalin dengan pihak-pihak luar sekolah dan (8) faktor pendukung dalam pelaksanaan ekstrakurikuler teater. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini terletak di Jalan Cengger Ayam I No. 14 Kota Malang. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan untuk menjelaskan fokus penelitian yaitu wawancara observasi nonpartisipasi dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan (1) perpanjangan keikutsertaan (2) ketekunan pengamatan (3) triangulasi teknik dan sumber (4) member check. Hasil penemuan penelitian ini meliputi (1) perencanaan ekstrakurikuler Teater di SMA Negeri 7 Kota Malang terdiri dari koordinasi pengurus dan anggota penyusunan program kerja perencanaan publikasi kegiatan pementasan penentuan jadwal latihan penentuan jadwal agenda-agenda kepengurusan perencanaan pengelolaan anggaran (2) pengorganisasian ekstrakurikuler Teater di SMA Negeri 7 Kota Malang terdiri dari pemilihan pengurus ektrakurikuler berdasarkan pertimbangan pelatih dan asisten pembagian jabatan pengurus pembagian tugas tiap masing-masing pengurus (3) pelaksanaan ekstrakurikuler Teater di SMA Negeri 7 Kota Malang terdiri dari implementasi program-program kerja dilakukan oleh pelatih pengurus anggota dan dibantu oleh alumnus sekolah publikasi kegiatan dilakukan melalui media sosial penjualan tiket pencetakan poster mengundang beberapa perwakilan dari sekolah dan universitas (4) pengawasan dan evaluasi ekstrakurikuler Teater di SMA Negeri 7 Kota Malang terdiri dari pengawasan dan evaluasi dilakukan oleh ekstrakurikuler maupun sekolah aspek-aspek yang dinilai oleh ekstrakurikuler meliputi evaluasi produksi dan evaluasi artistik sedangkan sekolah meliputi kehadiran siswa dalam mengikuti sekolah dan ekstrakurikuler pengisian form penilaian kegiatan dan penyerahan laporan pertanggungjawaban (5) pendanaan terhadap kegiatan ekstrakurikuler teater berasal dari sekolah dan berasal dari dana lain yaitu hadiah lomba dana kas dan usaha lain berupa penjualan tiket penjualan barang bekas (6) penataan artistik ekstrakurikuler teater terdiri dari pelatih sekaligus bertindak sebagai sutradara atau pimpinan pentas membawahi asisten sutradara aktor musik kostum artistik dan pimpinan produksi peralatan musik yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan cerita yang dipentaskan dan dapat meminjam sekolah maupun milik sendiri (7) bentuk kerja sama yang terjalin dengan pihak-pihak luar sekolah antara lain Dinas Pendidikan Kota Malang sekolah lain dan alumnus sekolah dan (8) faktor pendukung dalam pelaksanaan ekstrakurikuler teater terdiri dari sekolah dan dari luar sekolah (anggota ekstrakurikuler) dan faktor penghambat dalam pelaksanaan ekstrakurikuler teater terdiri dari waktu latihan yang kurang tugas sekolah yang banyak dan tempat ruang latihan yang kurang. Berdasarkan temuan penelitian dapat disarankan bagi (1) Kepala SMA Negeri 7 Kota Malang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan wakil kepala sekolah bagian kesiswaan pelatih ektrakurikuler teater dan seluruh anggota ekstrakurikuler dalam upaya meningkatkan layanan ekstrakurikuler (2) Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dalam membuat dan melaksanakan program kerja ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 7 Kota Malang (3) Pelatih ekstrakurikuler Teater SMA Negeri 7 Kota Malang diharapkan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan dan mengembangkan peran pelatih dalam melatih anggota ekstrakurikuler (4) Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan dapat menjadi tambahan literatur dalam mengembangkan ilmu manajemen peserta didik khususnya yang terkait dengan layanan ekstrakurikuler dan (5) Peneliti lain diharapkan dapat menjadi acuan dan pertimbangan apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis dengan substansi yang sama atau penelitian lanjutan dengan mengembangkan ilmu pengetahuan.