Skripsi
Pengembangan video materi sel untuk kelas XI IPA SMA Negeri 1 Mejayan Kabupaten Madiun / Atik Purwati
Abstrak
Purwati Atik. 2013. Pengembangan Video Materi Sel untuk Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Mejayan Kabupaten Madiun. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Endang Suarsini M.Ked (II) Dr. Sueb M.Kes. Kata Kunci video sel validasi uji coba 12288 12288 12288 12288 Setelah dilakukan observasi di kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Mejayan Kabupaten Madiun diketahui bahwa hasil belajar siswa mengenai materi sel masih rendah. Pada umumnya siswa kesulitan dalam memahami materi sel karena materi ini dirasakan masih abstrak. Kurangnya perhatian sikap malas dan kurangnya ketertarikan siswa dalam mempelajari matari sel juga turut mempengaruhi hasil belajar siswa. Selain itu rendahnya hasil belajar juga berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana sekolah di SMA Negeri 1 Mejayan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. 12288 12288 12288 12288 Faktanya permasalahan tersebut disebabkan oleh metode pembelajaran yang tidak disertai variasi model maupun media. Rendahnya hasil belajar siswa ditunjukkan dari hasil ulangan harian dan pretest yang dilakukan oleh peneliti. Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Mejayan adalah 77. Berdasarkan hasil ulangan harian materi sel sekitar 56% siswa yang memperoleh nilai di atas KKM. Nilai ini menunjukkan bahwa setengah dari keseluruhan siswa belum memahami materi sel. Penggunaan media pembelajaran yang masih kurang turut mempengaruhi kurangnya siswa untuk termotivasi belajar secara mandiri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu media pembelajaran yang mungkin dapat memfasilitasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa adalah media video. Kelebihan media video dalam pembelajaran yaitu dapat dengan mudah menampilkan bahan pelajaran baik diam maupun gerak. Media video dapat membantu guru untuk menunjukkan bagian gambar tertentu. 12288 12288 12288 12288 Peneliti bertindak sebagai pengembang media video. Model pengembangan media yang digunakan adalah model pengembangan Thiagarajan. Ada empat tahap dalam model pengembangan ini tetapi dalam penelitian ini hanya terbatas hingga tiga tahap saja karena keterbatasan waktu dan biaya. Ketiga tahap tersebut meliputi tahap mendefinisikan merencanakan dan mengembangkan. Tahap mendefinisikan meliputi analisis awal analisis siswa analisis tugas analisis konsep dan penentuan tujuan instruksional. Tahap merencanakan meliputi penyusunan tes pemilihan media pemilihan format dan desain awal. Sementara itu tahap mengembangkan meliputi validasi revisi dan uji coba produk. 12288 12288 12288 12288 Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Data penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa skor yang diberikan oleh validator dan siswa. Data kualitatif diperoleh dari saran dan komentar validator. Validasi dalam media pembelajaran ini terdiri atas validasi materi dan validasi media. Validasi media dilakukan oleh Dosen Teknologi Pendidikan. Validasi materi dilakukan oleh satu orang Dosen Biologi FMIPA UM dan satu orang Guru Biologi di SMA Negeri 1 Mejayan. Uji coba produk dilaksanakan pada siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Mejayan. Siswa kelas XI IPA 4 berjumlah 28 orang. Untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media digunakan pretest dan posttest. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media diperoleh rerata persentase 87 9%. Hasil validasi ini menunjukkan bahwa media video yang dikembangkan sudah layak digunakan dalam pembelajaran dan memerlukan revisi sesuai dengan saran dan komentar dari validator. Berdasarkan hasil uji coba siswa diperoleh rerata persentase sebesar 85%. Dari hasil persentase ini dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan sudah layak digunakan dalam pembelajaran dengan menambahkan beberapa saran dan calon pengguna produk. Nilai rerata pretest siswa sebelum penggunaan media adalah 70 4. Sedangkan nilai posttest siswa setelah menggunakan media adalah 83 2. Berdasarkan hasil ini dapat dijelaskan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah menggunakan media. Bertitik tolak dari penelitian ini beberapa saran yang dikemukakan yaitu (1) guru dapat memanfaatkan media ini dalam proses pembelajaran (2) bagi peneliti lanjutan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam melakukan penelitian lanjutan dan (3) siswa dapat menggunakan media ini untuk belajar mandiri mengenai materi sel.