Skripsi
Implementasi peran kader dalam peningkatan partisipasi lansia di Posyandu Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu (studi kasus di Posyandu Lansia Anggrek 1) / Prastiwi Yuniarti
Abstrak
Yuniarti Prastiwi. 2013. Implementasi Peran Kader dalam Peningkatan Partisipasi Lansia di Posyandu Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu (Studi Kasus di Posyandu Lansia Anggrek 1). Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Endang Sri Redjeki M.S (2) Drs. H. Imam Hambali M.Pd Kata Kunci Peran Kader Partisipasi Lansia Posyandu Lansia Dalam rangka menurunkan angka masalah kesehatan lanjut usia dan meningkatkan ketersediaan fasilitas pelayanan lanjut usia. Pemerintah melakukan upaya peningkatan dan pemerataan layanan kesehatan melalui posyandu lansia. Penelitian ini berusaha mendeskripsiskan peran kader Posyandu Lansia Anggrek 1 Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu yang difokuskan pada pelaksanaan program peran kader dalam menarik minat lansia agar mengikuti posyandu lansia dan memfasilitasi kegiatan posyandu lansia. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kader posyandu lansia dan bidan desa yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan fokus kegiatan di Posyandu Lansia Anggrek 1 Desa Tlekung. Data dikumpulkan dengan wawancara observasi dan dokumentasi. Teknis analisis yang digunakan adalah reduksi data display data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil pelaksanaan program posyandu meliputi (1) pencatatan lansia penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan pencatatan hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di kartu KMS (2) melakukan cek tekanan darah cek gula darah asam urat dan kolesterol (3) penyuluhan kesehatan (4) pengobatan dan (5) pemberian makanan tambahan. Peran kader dalam menarik minat lansia agar mengikuti posyandu lansia yaitu (1) sosialisasi melalui kegiatan tahlilan arisan (2) pengumuman melalui pengeras suara dari masjid (3) menemui langsung lansia kerumah-rumah untuk ikut kegiatan dan (4) mengajak untuk ikut kegiatan dimulai dari ibu RT. Peran kader dalam memfasilitasi lansia pada saat kegiatan posyandu lansia yaitu melakukan (1) pencatatan lansia penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan pencatatan hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di kartu KMS (2) melakukan cek tekanan darah cek gula darah asam urat dan kolesterol (3) penyuluhan kesehatan (4) pengobatan dan (5) pemberian makanan tambahan. Dari semua kegiatan tersebut dilakukan secara bergantian dan saling bekerja sama antara kader dan bidan desa. Saran yang disampaikan yaitu (1) hendaknya pelaksanaan posyandu lansia diganti sore hari (2) hendaknya kader aktif melakukan kunjungan kerumah-rumah lansia (3) kinerja kader perlu dilanjutkan dan ditingkatkan dan untuk lebih menarik minat lansia bisa dilakukan dengan undangan secara tertulis (4) sebagai wahana untuk pengembangan ilmu pendidikan luar sekolah khususnya manajemen pemberdayaan masyarakat dan (5) penelitian lebih lanjut tentang posyandu lansia khususnya untuk penelitian partisipasi lansia di posyandu.