Skripsi
Pengembangan media video teater dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMP Negeri 17 Kota Malang / Satria Agung Antony Putra
Abstrak
Putra Satria Agung Antony. 2013. Pengembangan Media Video Teater dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 17 Kota Malang. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suparlan Al Hakim M.Si (II) Dr. H. Moch. Yudhi Batubara S.H M.H. Kata Kunci media pembelajaran teater PKn SMP Selama ini dalam pembelajaran sering sekali para pendidik hanya menggunakan metode-metode pembelajaran yang monoton dan tidak ada cara pembelajaran baru yang lebih efektif dan mampu meningkatkan tingkat keseriusan anak saat terjadi proses belajar di dalam kelas. Sering kali dijumpai para guru menggunakan cara pembelajaran diskusi atau metode ceramah padahal metode pembelajaran ini sudah digunakan sejak anak masuk sekolah dasar dan metode tersebut sampai sekarang juga masih ada sampai sekolah menengah atas. Model pengembangan menggunakan video teater merupakan salah satu pengembangan dalam pembelajaran model pengembangan ini diharapkan membantu para guru agar lebih berkembang dalam pembelajaran sehingga tidak monoton dalam pemberian pelajaran. Tujuan pengembangan pembelajaran ini adalah untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis video teater. Penggunaan video teater ini selain untuk pembelajaran juga untuk merangsang kepekaan anak dengan seni peran juga untuk lebih memupuk pendidikan karakter di dalam jiwa peserta didik. Media pembelajaran ini menggunakan model pengembangan Borg Gall menjadi 8 tahapan yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal (2) perencanaan media (3) pengembangan produk awal (4) validasi uji narasumber validasi uji materi dan validasi uji pembelajaran (5) analisis hasil validasi (6) revisi produk (7) uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar (8) revisi produk akhir. Hasil penilaian dari narasumber media pada aspek isi video teater sebesar 100% dengan hasil kriteria sangat layak. Aspek komunikasi dan isi skenario video teater sebesar 100% dengan kriteria validasi sangat layak. Hasil penilaian dari narasumber materi pada aspek materi media pembelajaran adalah sebesar 32% dengan kriteria cukup layak. Hasil penilaian dari narasumber pembelajaran pada aspek desain media pembelajaran adalah sebesar sebesar 82% dengan kriteria sangat layak. Hasil penilaian dari uji coba kelompok kecil pada aspek pemakaian video teater adalah sebesar 82% dengan kriteria sangat layak aspek penyajian video teater adalah sebesar 83% dengan kriteria sangat layak dan aspek materi video teater nilainya sebesar 100% dengan kriteria sangat layak. Hasil penilaian dari uji coba kelompok besar pada aspek pemakaian video teater adalah sebesar 84% dengan kriteria sangat layak aspek penyajian video teater adalah sebesar 85% dengan kriteria sangat layak dan aspek materi video teater nilainya sebesar 96% dengan kriteria sangat layak. Kesimpulan hasil pembuatan media pembelajaran menggunakan video teater ini untuk sekarang digunakan untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada kelas VII SMP/Mts dan berfokus pada materi Kebebasan Mengemukakan Pendapat. Saran untuk pengembangan media pembelajaran menggunakan teater ini dapat dikembangkan menjadi dasar dalam merancang video teater dengan materi-materi lain di mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan bisa juga dijadikan dasar pembuatan media untuk mata pelajaran lain.