Skripsi
Penggunaan media boneka tangan untuk meningkatkan keterampilan bercerita pada siswa kelas II SDN Bareng 4 Kota Malang / Luluk Nur Jannah
Abstrak
Jannah Luluk Nur. 2013. Penggunaan Media Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Pada Siswa Kelas II SDN Bareng 4 Kota Malang. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. A. Badawi M. Pd (II) Drs. Usep Kustiawan M. Sn. Kata Kunci Media Boneka Tangan Keterampilan Bercerita Bahasa Indonesia SD Berdasarkan hasil observasi awal di SDN Bareng 4 kota Malang diketahui memiliki beberapa permasalahan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam keterampilan bercerita yaitu 1) kemampuan siswa dalam bercerita masih rendah dengan siswa yang memenuhi SKM 70 berjumlah 12 siswa dari total 24 siswa 2) guru hanya memberikan teks bacaan kepada siswa kemudian memberi tugas siswa untuk bercerita kembali yang telah dibaca sebelumnya 3) tidak adanya media pembelajaran yang mendorong siswa bercerita membuat siswa mengalami kesulitan menuangkan gagasan yang dimilikinya. Rumusan penelitian ini adalah 1) bagaimanakah penggunaan media boneka tangan untuk meningkatkan keterampilan bercerita pada siswa kelas II SDN Bareng 4 Kota Malang 2) apakah ada peningkatan keterampilan bercerita pada siswa kelas II SDN Bareng 4 Kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Subjek penelitiannnya siswa kelas II SDN Bareng 4 Malang sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bercerita melalui media boneka tangan pada siklus I intonasi dan pemilihan kata siswa masih belum baik siswa sering dibantu oleh guru dalam pemilihan kata dan pengucapannya. Sedangkan pada siklus II siswa sudah bisa menentukan kata atau kalimat percakapan yang sesuai dengan cerita guru jarang bahkan tidak memberikan bantuan dalam pemilihan kata dan intonasi hanya untuk siswa yang lamban saja guru memberikan bantuan. Hal ini terbukti dengan kenaikan rata-rata kelas dari 75 menjadi 81 pada siklus II serta kenaikan ketuntasan klasikal dari 52 % pada siklus I pertemuan I menjadi 72 % pada siklus II pertemuan I. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka tangan dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas II SDN Bareng 4 Kota Malang. Disarankan bagi guru untuk menggunakan media boneka tangan dalam pembelajaran sebagai salah satu alternatif penggunaan media di kelas.