Skripsi
Pengembangan sistem tes multiple intelligences melalui WEB pada Unit Bimbingan Konseling di SMK Negeri 2 Malang / Arie Wahyu Susilo
Abstrak
Susilo Arie Wahyu.2012. Pengembangan Sistem Tes Multiple Intelligences Berbasis Web Pada Unit Bimbingan Konseling di SMKN 2 Malang.Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Puger Honggowiyono M.T (II) I Made Wirawan S.T. S.S.T. M.T. Kata Kunci Sistem Tes Multiple Intelligences Bimbingan Konseling. Multiple Intelligences telah ada pada diri setiap orang sejak lahir dan akan berkembang seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Oleh karena itu penting adanya unit bimbingan konseling mengadakan tes kecerdasan ganda kepada murid di sekolah sehingga akan mengetahui tingkat kecerdasan ganda saat remaja yang tentunya akan dapat mengetahui potensi diri maupun kekurangan secara tepat. Namun di SMK Negeri 2 Malang pelaksanaan tes masih menggunakan angket kertas sehingga tes kecerdasan ganda jarang dilakukan karena untuk melaksanakannya dibutuhkan banyak persiapan penilaian yang banyak dan tempat penyimpanan hasil angket kertas membutuhkan ruang yang besar sehingga sangat sulit untuk mencari kembali hasil tes yang telah dilakukan dahulu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem tes multiple intelligences untuk membantu guru BK dalam melaksanakan tes kecerdasan ganda sehingga masalah yang tersebut diawal penjelasan dapat terselesaikan. Dalam penelitian ini menerapkan model pengembangan Waterfall dengan tahap analisis dan definisi persyaratan perancangan sistem implementasi pengujian pemeliharaan. Produk yang telah dihasilkan untuk selanjutnya dilakukan pengujian atau validasi. Jenis validasi yang digunakan adalah User Acceptance Test yang terdiri dari ahli rekayasa web ahli materi multiple intelligences dan uji coba kepada siswa di SMK Negeri 2 Malang. Untuk hasil validasi dari ahli rekayasa web menyatakan bahwa sistem tes dinyatakan valid dengan nilai 100% selanjutnya untuk hasil validasi ahli materi menyatakan bahwa sistem tes dinyatakan valid dengan nilai 96 15%. Setelah uji ahli rekayasa web dan ahli materi menyatakan sistem tes valid maka barulah diadakan uji coba pada siswa dan hasilnya adalah 90 94% yang berati sistem tes valid tidak perlu revisi dan layak untuk digunakan.