UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Analisis kesesuaian akad Al-Ijarah dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No. 09/DSN-MUI/IV/2000 pada produk pembiayaan dana talangan haji di PT. Bank Negara Indonesia Syariah Cabang Malang / Aan Siti Aminah

Aminah, Aan Siti - Nama Orang;

Abstrak
Aminah Aan Siti. 2013. Analisis Kesesuaian Akad Al-Ijarah dengan Fatwa Dewan Syariah Nasonal (DSN) No 09/DSN-MUI/IV/2000 pada Produk Pembiayaan Dana Talangan Haji di PT. Bank Negara Indonesia Syariah Cabang Malang. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Sawitri Dwi Prastiti S.E. M.Si. Ak. Kata kunci Qardh Ijarah Dana Talangan Haji Ujroh. Pembiayaan talangan haji merupakan salah satu produk perbankan syariah yang bertujuan untuk memberikan kemudahan atau keringanan bagi calon jamaah haji yang masih kekurangan atau kesulitan dana dalam menunaikan ibadah haji. Nasabah dikenakan ujroh sebagai biaya pengurusan kursi (seat) haji oleh pihak bank. BNI Syariah mensyaratkan adanya pemberian ujroh sebesar 9% dari besarnya pinjaman nasabah atau dana talangan. Pengenaan ujroh yang demikian itu tidak sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) tentang pembiayaan pengurusan haji oleh lembaga keuangan syariah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut. Pertama untuk mengetahui kesesuaian antara penerapan akad al-ijarah pada pembiayaan dana talangan haji di PT. Bank BNI Syariah Cabang Malang. Kedua untuk menjelaskan penetapan atas besarnya angsuran bagi nasabah pembiayaan dana talangan haji di PT. Bank BNI Syariah Cabang Malang. Berdasarkan hasil analisis terdapat kesimpulan sebagai berikut. Pertama praktik ijarah pada BNI Syariah secara umum telah sesuai dengan fatwa DSN No. 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang ijarah kecuali pada ketentuan no. 8 yang menyatakan bahwa pembayaran sewa atau upah boleh berbentuk jasa (manfaat lain) dari jenis yang sama dengan obyek kontrak. Kedua penetapan besarnya angsuran berdasarkan formulasi yang diberikan oleh BNIS terdapat selisih Rp90 dengan jumlah yang tercetak di brosur pembiayaan dana talangan haji dan penetapan besarnya ujroh 9% dari dana talangan seolah-olah seperti praktik yang berlaku pada bank konvensional sehingga menimbulkan riba yang dapat merusak kesucian kontrak. Bertitik tolak dari kesimpulan beberapa saran yang diperkirakan dapat dipertimbangkan sebagai perbaikan adalah sebagai berikut. Pertama penetapan atas besarnya ujroh hendaknya tidak dinyatakan dalam bentuk prosentase namun ditetapkan dalam bentuk nominal. Kedua BNI Syariah hendaknya memberikan rincian mengenai kewajiban nasabah terkait pembayaran ujroh. Ketiga kesepakatan biaya-biaya ditentukan di awal dan hendaknya diberikan waktu untuk tawar-menawar antara nasabah dengan pihak bank untuk mencapai kesepakatan. Keempat pihak bank menjelaskan semua informasi yang diperlukan oleh nasabah terkait dengan dua tipe pembayaran yakni tipe A dan tipe B.


Informasi Detail
DDC
Rp 332. 1752 AMI a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Akuntansi, 2013.
Deskripsi Fisik
ix, 105 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04548/KI/13
Edisi
Tugas Akhir (Diploma)-- Universitas Negeri Malang, 2013
Subjek
1. TABUNGAN HAJI - BANK NEGARA INDONESIA SYARIAH
Pembimbing
1. Sawitri Dwi Prastiti
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik