Skripsi
Penanaman nasionalisme pada siswa melalui program mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo / Ade Kristian Yulianto
Abstrak
Yulianto Ade Kristian. 2013. Penanaman Nasionalisme Pada Siswa Melalui Program Mading Sekolah Bertemakan Perjuangan Nasional Indonesia Di SMAN 2 Probolinggo.Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. A. Rosyid Al Atok M.Pd MH.(II) Hj Yuniastuti SH M.Pd. Kata Kunci Nasionalisme mading sekolah perjuangan nasional Indonesia Bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang plural dan sangat beraneka ragam sehingga potensi terjadinya konflik sangatlah besar. Oleh karena itu diperlukan suatu rasa yang dapat mempersatukan keadaan bangsa yang demikian beragam. Dari sinilah nasionalisme Indonesia sangat penting dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia agar bangsa yang besar dan kaya akan budaya ini tetap menjadi bangsa yang satu. Dalam proses penanaman nasionalisme Indonesia tidak pernah terlepas dari dunia pendidikan dalam hal ini peran serta sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan sangat penting. Mading sekolah merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media komunikasi dan media sosialisasi yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Sebagai wahana pengenalan identitas diri bangsa Indonesia Salah satu media penanaman nasionalisme pada siswa SMAN 2 Probolinggo dilaksanakan mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo. Diharapkan dari sini rasa nasionalisme siswa dapat tumbuh dengan baik sehingga menciptakan pribadi seorang siswa yang bangga dan cinta terhadap Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menanamkan nasionalisme pada siswa di SMAN 2 Probolinggo melalui mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia. Penelitian ini mendeskripsikan mengenai 1) Pelaksanaan penanaman nasionalisme pada siswa melalui program mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo 2) Tanggapan siswa terhadap pelaksanaan penanaman nasionalisme pada siswa melalui mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo. 3) Kendala-kendala dalam pelaksanaan penananman nasionalisme pada siswa melalui mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan observer partisipatif dalam mengumpulkan data-data di lapangan. Subyek dalam penelitian ini adalah guru pembimbing mading sekolah dan beberapa siswa sekolah SMAN 2 Probolinggo. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diambil dengan teknik observasi wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penalitian menunjukkan bahwa nasionalisme ditanamkan pada siswa melalui karya-karya yang dibuat oleh siswa yang terdapat pada mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo Penanaman nasionalisme melalui program mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia cukup efektif untuk meningkatkan rasa nasionalisme siswa. Tujuan diadakannya mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo yaitu untuk meningkatkan rasa nasionalisme pada siswa.. Respon siswa terhadap mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia cukup baik. Siswa SMAN 2 Probolinggo mendapatkan manfaat dari mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo. Kendala yang biasa muncul antara lain kurangnya partisipasi siswa dalam berkontribusi dalam pelaksanaan mading terbatasnya dana untuk penggarapan mading dan keterbatasan waktu yang dialokasikan dalam pembuatan mading. Berdasarkan hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa. Penanaman nasionalisme pada siswa dilakukan melalui karya siswa yang diterbitkan dalam mading sekolah. Wawasan dan rasa nasionalisme siswa dapat ditingkatkan melalui mading sekolah bertemakan perjuangan nasional Indonesia. Kurangnya partisipasi siswa terbatasnya dana dan alokasi waktu yang diberikan sekolah menjadi kendala tersendiri dalam pelaksanaan penanaman nasionalisme melalui mading sekolah tema perjuangan nasional Indonesia di SMAN 2 Probolinggo.