Skripsi
Perbedaan analisis teknikal saham indikator simple moving average dan exponential moving average pada perusahaan food and beverage yang listing di Bursa Efek Indonesia / Dandy Widiyanto Heda Putra
Abstrak
Widiyanto Dandy. 2013. Perbedaan Analisis Teknikal Saham Indikator Simple Moving Average dan Exponential Moving Average pada Perusahaan Food and Beverage yang Listing di Bursa Efek Indonesia. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sulastri S.Pd. M.SA. (II) Diana Tien Irafahmi S.Pd. M.Ed. Kata kunci analisis teknikal saham Simple Moving Average Exponential Moving Average keputusan investasi saham. Penelitian ini bertujuan untuk membuat keputusan investasi saham berdasarkan analisis teknikal menggunakan indikator Simple Moving Average dan Exponential Moving Average dan menguji perbedaan antara kedua indikator tersebut pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2008-2012. Variabel yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari Simple Moving Average dan Exponential Moving Average yang diuji beda menggunakan Paired Samples T-test. Populasi dalam penelitian ini perusahaan Food and Beverage yang listing di BEI selama periode 2008-2012 sebesar 15 perusahaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan didapat 10 perusahaan Food and Beverage sebagai sampel penelitian. Data harga saham harian diperoleh dari www.finance.yahoo.com. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda menggunakan Paired Samples T-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara indikator teknikal Simple Moving Average dan Exponential Moving Average dalam pengambilan keputusan investasi saham pada perusahaan Food and Beverage. Hasil keputusan investasi saham yang diperoleh dari kedua indikator relatif sama yaitu investor dianjurkan untuk membeli saham ADES AISA INDF SKLT STTP dan ULTJ. Di sisi lain investor dianjurkan untuk menjual saham CEKA DLTA MLBI dan MYOR. . Saran yang diberikan kepada para peneliti selanjutnya adalah untuk menggunakan berbagai macam indikator teknikal untuk menghindari permasalahan-permasalahan seperti pada penelitian ini.