Skripsi
Identifikasi tingkat kesulitan pembuatan blazer/jas pada mata kuliah tailoring mahasiswa S1 Program Studi Tata Busana 2009 / Usman
Abstrak
Usman. 2013. Identifikasi Tingkat Kesulitan Pembuatan Blazer/jas pada Matakuliah Tailoring. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Agus Hery S.I. M.Pd (II) Dra. Endang Prahastuti M.Pd Kata Kunci Tingkat Kesulitan Pembuatan Blazer/jas Tailoring Mata kuliah Tailoring merupakan salah satu mata kuliah praktek pada mahasiswa Program Studi S1 Tata Busana jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pada mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk membuat kemeja batik motif sambung celana dengan pola langsung diatas bahan utama dan pembuatan Blazer/jas. Salah satu dari materi mata kuliah tersebut yaitu pembuatan Blazer/jas. Tingkat kesulitan pembuatan Blazer/jas inilah yang peneliti angkat untuk di jadikan penelitian karena mahasiswa dituntut untuk tingkat kerapian pada pembuatan Blazer/jas serta melewati tahapan tahapan penyelesaian yang sangat banyak sehingga menyulitkan bagi mahasiswa. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah tingkat kesulitan di dalam mengikuti mata kuliah tailoring pada praktek pembuatan Blazer/jas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kesulitan mahasiswa Tata Busana angakatan 2009 dalam membuat Blazer/jas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripstif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa Tata Busana angkatan 2009. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket/kuesioner tingkat kesulitan pembuatan Blazer/jas. Hasil penelitiian menunjukkan bahwa (1) Sebanyak 50 % mahasiswa Tata Busana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan pola Blazer/jas berada pada tingkatan cukup sulit (2) Sebanyak 70 38 % mahasiswa Tata Busana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan meotong (cutting) dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit (3) Sebanyak 50 % mahasiswa Tata busana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan pressing interlining dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit (4) Sebanyak 61 11 % mahasiswa Tata Basana angkatan 2009 menyatakan bahwa menjahit (sewing) dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan cukup sulit. (5) Sebanyak 72 22 % mahasiswa Tata Basana angkatan 2009 menyatakan bahwa tingkat kesulitan finishing dalam pembuatan Blazer/jas berada pada tingkatan tidak sulit. Berdasarkan hasil penelitian di atas bahwa hasil identifikasi tingkat kesulitan pembuatab Blazer/jas pada matakuliah tailoring adalah (1) Sewing (2) Pola (3) Pressing (4) cutting (5) finishing. Pada proses sewing identifikasi tingkat kesulitan secara berturut-turut adalah menjahit belahan belakang memasang krah memasang lengan penyelesaian kerung lengan menjahit saku menjahit saku vest menjahit lengan memasang pading dan menjahit kelim bawah. Pada proses pembuatan pola identifikasi tingkat kesulitan secara berturut-turut adalah membuat pola lengan membuat pola badan dan pola krah. Saran yang diajukan antara lain (1) Disarankan penyajian matakuliah Tailoring khususnya pada pembuatan Blazer/jas disarankan lebih ditingkatkan lagi strategi mengajarnya khususnya pokok bahasan pembuatan pola dan menjahit (sewing) agar dapat memberikan motivasi yang lebih kepada mahasiswa sehingga dapat mengatasi kesulitan yang dialami mahasiswa tersebut (2) Disarankan perlu referensi praktikum yang baru sebagai acuan khususnya pada pembuatan pola dan sewing (3) Disarankan kepada mahasiswa yang sedang memprogram matakuliah Tailoring pada pembuatan Blazer/jas dapat mengerjakan sesuai tahap-tahapnya secara tepat waktu agar dapat menyelesaikan pembelajaran secara cepat dan tepat.