Skripsi
Survei kadar Malondialdehyde (MDA) sebagai indikator stres oksidatif pada mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang / Heri Krisnawan
Abstrak
Krisnawan Heri. 2013. Survei Kadar Malondialdehyde (MDA) sebagai Indikator Stres Oksidatif pada Mahasiswa Penghobi Olahraga Bulutangkis Malam Hari di Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Moch. Yunus M.Kes (II) dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes. Kata Kunci Malondialdehyde (MDA) stres oksidatif olahraga bulutangkis Aktivitas fisik yang dilakukan secara tepat dan teratur memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan seseorang. Akan tetapi perkembangan zaman dan tuntutan pekerjaan telah banyak mengubah gaya hidup seseorang dengan melakukan aktivitas fisik pada waktu yang tidak tepat misalnya di malam hari. Salah satu jenis aktivitas fisik yang biasa dilakukan di malam hari yaitu olahraga bulutangkis. Olahraga bulutangkis termasuk olahraga yang dominan menggunakan sistem energi anaerobik sehingga berisiko tinggi menyebabkan kondisi hipoksia. Kondisi hipoksia tersebut akan meningkatkan produktivitas radikal bebas di dalam tubuh seperti Reactive Oxygen Species (ROS) yang berdampak pada terjadinya stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Malondialdehyde (MDA) pada plasma darah sebagai indikator terjadinya stres oksidatif pada mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang. Sebanyak 14 mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Sementara untuk perbandingan sebanyak 4 mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tidak berlatih bulutangkis di malam hari digunakan sebagai sampel kelompok pembanding dalam penelitian ini. Pengujian kadar Malondialdehyde (MDA) tersebut dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Brawijaya Malang dengan menggunakan peralatan laboratorium seperti UV-Spectrophotometer Centrifuge dan lain-lain. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian deskriptif eksploratif. Data yang diperoleh dieksplorasikan atau dideskripsikan menggunakan prosentase kata-kata maupun kalimat. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peralatan medis dan peralatan laboratorium sementara instrumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang yang dijadikan sampel dalam penelitian ini memiliki rata-rata MDA sebesar 0 0901 (ng/200 l) tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata MDA kelompok mahasiswa normal atau kelompok mahasiswa yang tidak berlatih bulutangkis di malam hari sebesar 0 0326 (ng/200 l). Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar MDA tersebut mahasiswa penghobi olahraga bulutangkis malam hari di Universitas Negeri Malang mengalami kondisi stres oksidatif yang diindikatori oleh tingginya kadar Malondialdehyde (MDA) pada plasma darah.