Tugas Akhir
Pemanfaatan ijuk sebagai bahan campuran pembuatan genteng beton / Aprian Dwi Cahya Putra
Abstrak
Putra Aprian Dwi Cahya. Pemanfaatan Ijuk Sebagai Bahan Campuran Pembuatan Genteng Beton. Proyek Akhir Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. H. Sugiyanto S.T. M.T. Kata Kunci Genteng Beton Ijuk Proyek akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat ijuk terhadap kualitas pandangan luar dan berat ketepatan ukuran dan ketepatan bentuk penyerapan air dan rembesan air. Proyek akhir ini adalah sebagai uji coba penggunaan bahan serat organik (ijuk) sebagai bahan tambahan dalam pembuatan genteng beton. Metode yang digunakan dalam proyek akhir ini adalah metode eksperimen. Variabel dalam proyek akhir ini adalah jenis pengujian yang dilakukan pada genteng beton yaitu ketepatan ukuran dan ketepatan bentuk penyerapan air dan rembesan air dengan jumlah sampel benda uji masing-masing 10 buah. Analisa data yang ditampilkan diskriptif kuantitatif dengan membandingkan SNI 0096-2007 dan SII 0022-81. Hasil pengujian pandangan luar dan berat ternyata ukuran benda uji. tidak memenuhi syarat yang tercantum dalam SII No.0022-81. Sedangkan untuk berat dapat disimpulkan bahwa rata-rata berat genteng beton akan semakin ringan apabila diberi campuran serat ijuk yang semakin banyak. Hasil pengujian ketepatan ukuran benda uji genteng beton tersebut tidak memenuhi syarat yang tercantum dalam SII No.0022-81. Hal ini dikarenakan genteng memiliki lebar yang terlalu besar untuk semua jenis kualifikasi jenis genteng. Hasil pengujian ketepatan bentuk semua benda uji memenuhi syarat yang tercantum dalam SII No.0022-81 yaitu kelengkungan yang tidak lebih besar dari 3%. Sehingga genteng beton tesebut aman untuk digunakan. Hasil pengujian penyerapan air genteng benda uji memenuhi ketentuan SNI 0096 2007 yaitu tidak melebihi toleransi porositas rata-rata 10%. Hasil pengujian ketahanan terhadap perembesan air luar semua benda uji tahan terhadap perembesan air luar. Hal ini terbukti dari hasil perembesan air setelah melewati 20 jam tidak ada genteng mengalami penetesan air. Sehingga genteng beton tersebut memenuhi ketentuan SNI 0096 2007.