Skripsi
Analisis penggunaan interlining non-woven viselin 2000F dalam pembuatan bustier dari bahan sutera, satin dan katun / Ima Wahyunisa
Abstrak
Wahyunisa Ima. 2012. Analisis Penggunaan Interlining Non-Woven Viselin 2000F Dalam Pembuatan Bustier Dari Bahan Sutra Satin Dan Katun. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Nurul Aini M. Pd. (II) Dra. Endang Prahastuti M Pd. Kata kunci Bustier bahan baku Interlining Non-Woven Viselin 2000F. . Bustier adalah busana wanita yang pas badan yang merupakan pengembangan dari pakaian dalam wanita yaitu bra berfungsi untuk menyangga payudara. Underlying adalah bahan pelapis dan bahan pengisi pada busana yang letaknya dibawah bahan utama. Salah satu underlying yang sangat berpengaruh pada pembuatan bustier adalah interlining. Interlining merupakan pelapis yang membantu membentuk siluet pakaian. Berdasarkan konstruksinya interlining dibagi menjadi 3 yaitu berasal dari tenunan (woven) rajutan (knit) dan bukan tenunan (non-woven). Salah satu contoh dari interlining non-woven adalah viselin (2000F). Viselin 2000F ini adalah pelapis yang relatif tipis dan mempunyai perekat atau lem yang mencair jika diseterika. Selama ini para designer dalam pembuatan bustier umumnya menggunakan interlining woven yaitu Tangerine 901 atau gula oleh sebab itu peneliti ingin mencoba interlining non-woven yang berjenis dari viselin 2000F sebagai alternatif lain untuk pembuatan bustier. Bahan utama yang digunakan untuk bustier diantaranya adalah sutera satin dan katun pada setiap bahan utama tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Pada penelitian ini beberapa faktor yang dilihat yakni tingkat kenyamanan tekstur bahan utama setelah diberi interlining viselin 2000F kelekatan interlining pada bahan utama dan kelangsaian bahan pada badan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena hanya memaparkan hasil jadi dari bustier dengan menggunakan Interlining non-woven viselin 2000F. Bustier dibuat menggunakan model yang memiliki ukuran tubuh Small (S) dengan menggunakan lembar pengamatan yang berisikan instrumen penelitian dan menggunakan 3 panelis untuk mengamati hasil jadi pada bustier. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh panelis didapatkan hasil jadi bustier dengan menggunakan interlining non-woven viselin 2000F pada masing-masing bahan utama yaitu Pada bahan sutera titik pas kenyamanan bustier 94 % (nyaman) tekstur 77 % (halus) kelekatan interlining 100 % (lekat) dan kelangsaian bahan 88 % (langsai) dan. Pada bahan satin titik pas kenyamanan bustier 94 % (nyaman) tekstur 44 % (kurang halus) kelekatan interlining 88 % (lekat) dan kelangsaian bahan 66 % (kurang langsai). Pada bahan katun titik pas kenyamanan bustier 96 % (nyaman) tekstur 88 % (halus) kelekatan interlining 100 % (lekat) dan kelangsaian bahan 88 % (langsai).