UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar 4 fase terhadap motivasi dan hasil belajar matematika / Angga Sulistya Putra

Putra, Angga Sulistya - Nama Orang;

Abstrak
Angga Sulistya Putra 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Siklus Belajar 4 Fase Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof.Dr.Ipung Yuwono Ms M.Sc. (II) Dr. Makbul Muksar M.Si Kata kunci Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Siklus Empat Fase Motivasi Hasil Belajar Keberhasilan proses belajar mengajar matematika di sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antara faktor tersebut adalah guru dan siswa. Guru sangat berperan dalam membelajarkan dan mendidik siswa sedangkan siswa merupakan sasaran pendidikan sekaligus sebagai salah satu barometer dalam penentuan keberhasilan proses pembelajaran. Rendahnya hasil belajar matematika dan motivasi yang dimiliki siswa tersebut diduga karena guru kurang tepat dalam pemilihan model pembelajaran. Pembelajaran yang terkadang masih lebih terpusat pada guru dan siswa tidak terlalu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi seperti ini membuat siswa menjadi pasif karena siswa hanya mendengarkan apa yang dijelaskan guru. Pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar empat fase adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivisme. Dimana dalam pembelajaran ini menggunakan paham konstruktivisme siswa mendapat penekanan untuk aktif dalam membentuk pengetahuan mereka sendiri. Siklus belajar (learning cycle) 4 fase mempunyai tahapan sebagai berikut (1) kegiatan awal (eksplorasi) meliputi penggalian pengetahuan awal dan eksplorasi fenomena (2) kegiatan inti (ekplanasi) meliputi pembentukan konsep materi yang diajarkan dalam matematika (3) kegiatan pemantapan (ekspansi) meliputi penerapan konsep dan pemantapan konsep dan (4) evaluasi terhadap konsep-konsep dan penguasaan ketrampilan proses. Model pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar 4 fase memfasiltasi siswa agar termotivasi untuk belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar 4 fase memiliki motivasi dan hasil belajar lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional . Untuk menentukan subyek penelitian dipilih secara acak dari 9 kelas di SMP Negeri 13 Malang dan didapatkan kelas IX -AA sebagai kelas eksperimen dan kelas IX-B sebagai kelas kontrol. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasy experimental design) dengan rancangan eksperimen yang digunakan adalah Non Random Pre-tes Post-test Control Group untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan angket motivasi siswa dan tes hasil belajar melalui tahap-tahap pre-test dan post-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji hipotesis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji independent sample t-test yang digunakan untuk menguji apakah dua sampel yang saling independen berasal dari populasi yang mempunyai mean yang sama. perhitungan dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0 for windows dengan taraf signifikansi 0 05. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan (1) Ada perbedaan kemapuan hasil belajar yang signifikan dan konvensional. Dengan Kata lain penerapan mode model pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar empat fase lebih baik untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional (2)Ada perbedaan tingkat motivasi belajar siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar empat fase dan konvensional. Artinya bahwa siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar empat fase memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.


Informasi Detail
DDC
Rt 510.76 PUT p
Prodi
Universtas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2013.
Deskripsi Fisik
xi, 171 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04980/KI/13
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2013
Subjek
1. MATEMATIKA - MODEL PEMBELAJARAN
Pembimbing
1. Ipung Yuwono ; 2. Makbul Muksar
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik