Skripsi
Perwujudan nilai-nilai budaya dalam Batu Flowers Festival di Kota Batu / Diana Rosida Puspitasari
Abstrak
Puspitasari Diana Rosida. 2013. Perwujudan Nilai-nilai Budaya dalam Batu Flowers Festival di Kota Batu. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang pembimbing (1) Drs. Suwarno Winarno (2) Siti Awaliyah S.Pd M.Hum Kata Kunci Batu FlowersFestival nilai budaya Batu Flowers Festival diselenggarakan sebagai ajang unjuk kreativitas masyarakat Kota Batu dan untuk menguatkan stigma Kota Batu sebagai Kota Pariwisata yang berbasis agribis yang memproduksi hasil bumi yaitu dengan membudiyakan dan memanfaatkan kekayaan alam yang potensial untuk ditonjolkan yaitu bunga. Dengan sentuhan kreativitas masyarakat Batu bunga dikreasikan menjadi ornament busana karnaval yang estetis dan eksotis. Acara ini dapat menggali kreativitas masyarakat dalam rangka membentuk insan pariwisata Kota Batu sebagai sentra pariwisata dan juga mampu menarik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) prosesi penyelenggaraan Batu Flowers Festival di Kota Batu (2) perwujudan nilai-nilai budaya dalam Batu Flowers Festival (3) partisipasi dan kreasi masyarakat dalam Batu Flowers Festival (4) faktor penghambat dan pendorong dalam penyelenggaraan Batu Flowers Festival dan (5) prospek penyelenggaraan Batu Flowers Festival di Kota Batu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara studi dokumen dan observasi. Subyek penelitian adalah peserta dalam Batu Flowers Festival Panitia penyelenggara Batu Flowers Festival masyarakat Kota Batu dan Ketua bidang promosi dan pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Batu Flowers Festival (BFF) merupakan even tahunan yang diselenggarakan sejak bulan Oktober tahun 2009 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu gelar BFF yang dipusatkan di stadion Brantas yang akan berparade berkeliling dua kali dalam stadion melewati Ban Shipper dan kemudian dilanjutkan dengan p awai di jalan.Batu Flowers Festival merupakan acara yang berbentuk festival sehingga dari parade akan menghasilkan berberapa juara festival dengan model terbaik dari penampilan peserta mobil hias dan model flowers fashion show. (2) perwujudan nilai-nilai dudaya yang terkandung dalam Batu Flowers Festival di Kota Batu ada 7 macam yaitu (a) nilai keindahan nampak dalam kostum yang dikenakan oleh para peserta dan mobil hias dan kostum flowers fashion show (b) nilai ekonomi merupakan salah satu peluang bagi para pedagang untuk meningkatkan pendapatannya (c) nilai hiburan dalam BFF ditujukan untuk masyarakat umum sehingga bisa menikmati ragam tampilan yang disuguhkan dengan cara yang yang mampu memberikan kesenangan (d) nilai kerjasama dalam BFF tampak pembuatan suatu karya seni selalu membutuhkan kerjasama untuk menciptakan suatu karya seni yang menarik (e) nilai solidaritas terlihat pada panitia penyelenggara dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu yang saling percaya dan komitmen dalam menyelenggarakan acara ini dan juga partisipasi peserta dalam mengikuti acara (f) nilai Keselarasan (harmoni) dalam penciptaan kostum BFF dengan cara menata dan menyatukan unsur-unsur seni dalam bentuk-bentuk antar komponen yang saling berdekatan (g) nilai keteraturan terlihat ketika para peserta pawai di dalam stadion menunjukkan kreasinya berurutan sesuai dengan nomer peserta. (3) Dalam acara BFF pada tahun 2012 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu mengundang sejumlah 24 desa/kelurahan di Kota Batu 21 SMA/MA/SMK SKPD SKPD di lingkungan pemerintah Kota Batu hotel restaurant objek wisata serta BUMN BUMD bank pemerintah/ swasta di Kota Batu. Selain itu juga mengundang peserta dari berbagai daerah kabupaten/kota seluruh jawa timur. Peserta BFFterdiri dari mobil hias model flower fashion show penari dan gebyar kesenian daerah. Semua peserta tersebut mulai dari bentuk hingga pernik-pernik yang menghias mobil para model penari kreator yang berunjuk kreasinya menggunakan komponen bunga segar. (4) Faktor penghambat dalam penyelenggaraan Batu Flowers Festival ada 3 yaitu (a) Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kreativitas dalam pembuatan karya seni (b) Pendanaan yang disediakan oleh pemeritah kota Batu kurang maksimal (c) waktu kurangnya manajemen dan pengelolaan waktu yang baik membuat acara tidak sesuai rencana Sedangkan faktor pendukung diselenggarakannya Batu Flowers Festival yaitu (a) lingkungan Kota Batu sebagai wilayah agraris dan memiliki kekayaan alam yang beraneka ragam (b) partisipasi masyarakat dengan antusias menyambut dan ikut serta dalam gelaran Batu Flowers Festival (c) peran pemerintah Kota Batu dengan mempromosikan dan memfasilitasi acara dengan sebaik mungkin. (5) Prospek penyelenggaraan Batu Flowers Festival tetap relevan untuk ditampilkan karena memiliki dampak positif bagi elemen yang terkait di dalamnya. Berdasarkan hasil penelitian ini saran-saran yang diajukan yaitu (1) Bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan hendaknya dapat dijadikan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya terkait dalam peningkatan kualitas acara selain itu diharapkan agar kontribusi kerjasama dan partisipasi dinas pariwisata dan kebudayaan lebih ditingkatkan lagi dalam menyukseskan acara tersebut (2) Bagi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan hendaknya dapat digunakan sebagai informasi tambahan dan tambahan referensi bagi peneliti di bidang kebudayaan serta dijadikan pembanding untuk penelitian yang serupa (3) Bagi Masyarakathendaknya dapat menumbuhkan kecintaan terhadap hasil pertanian kebudayaan dan kesenian Kota Batu serta membangkitkan perasaan memiliki dan bangga terhadap kebudayaan daerah melalui even Batu Flowers Festival (4) Bagi Pengembangan Ilmiahhendaknya dapat digunakan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan baik di bidang teoritis maupun di bidang praktis yang berkaitan dengan perwujudan nilai-nilai budaya dalam Batu Flowers Festival dan dijadikan pembanding bagi penulis lain yang melakukan penelitian sejenis.