Skripsi
Peran pemerintah dan masyarakat dalam upaya melestarikan batik piring di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan / Yuni Harmawati
Abstrak
Harmawati Yuni. 2013. Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam upaya untuk Melestarikan Batik Pring di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suwarno Winarno (II) Siti Awaliyah S.Pd M.Hum. Kata Kunci Peran Melestarikan Batik Pring. Batik Pring merupakan satu-satunya motif batik khas di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Motif Pring yang menjadi ciri khas batik Desa Sidomukti adalah Pring Sedapur. Awalnya merupakan upaya kreatif masyarakat yang bernilai ekonomis dan estetis. Peran masyarakat menonjol dalam pertumbuhan dan perkembangan batik. Namun demikian peran pemerintah diharapkan maksimal. Pada akhir-akhir ini peran pemerintah kurang dalam menjaga kelestarian batik Pring. Berkaitan dengan itu maka diperlukan penelitian mengenai peran pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk melestarikan Batik Pring. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan 5 hal sebagai berikut ciri khas Batik Pring usaha kreatif masyarakat peran pemerintah faktor pendukung pelestarian Batik Pring serta faktor penghambat dan solusi untuk melestarikan Batik Pring di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi pedoman wawancara dokumentasi foto video recorder saat wawancara. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap mereduksi data menyajikan data dan tahap penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama masalah karakteristik batik Pring Sidomukti terlihat dari motifnya. Motif batik Pring Sidomukti adalah Pring Sedapur yang artinya bambu bergerombol Kedua masalah usaha kreatif masyarakat dalam pelestarian batik pring di desa Sidomukti antara lain (1) membentuk kelompok batik (2) dibentuknya kelompok seni yang dipimpin oleh ibu bupati (3) menciptakan motif kreasi baru. Ketiga masalah peran pemerintah Kabupaten Magetan dalam melestarikan batik Pring Pemerintah Kabupaten Magetan sudah melakukan banyak hal untuk melestarikan batik Pring diantaranya (1) mewajibkan PNS dan jajaran staf di Kabupaten Magetan untuk memakai batik pada hari Jum at. Batik yang harus dipakai adalah batik khas Sidomukti yaitu batik Pring Sedapur (2) pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperasi Dinas Sosial sering mengadakan pelatihan-pelatihan batik (3) pemerintah juga berusaha untuk mempromosikan batik Pring melalui jejaring sosial. Keempat masalah faktor pendukung untuk melestarikan batik Pring meliputi (1) faktor alam yang berupa sungai dan tanah yang subur (2) faktor tenaga kerja (3) hak cipta. Kelima masalah faktor penghambat dalam melestarikan batik pring meliputi (1) kekurangan tenaga kerja muda (2) persaingan yang ketat antara Indonesia dan China (3) kurang luasnya tempat proses pembatikan. Solusi yang tepat untuk mengatasi semua faktor penghambat tersebut adalah (1) menerapkan batik sebagai mata pelajaran muatan lokal di SMK (2) sering diadakannya pelatihan-pelatihan untuk menambah wawasan pengrajin (3) mengajukan proposal kepada pemerintah baik untuk memperbaiki maupun untuk memperluas tempat pembatikan. Saran untuk penelitian selanjutnya khususnya tentang batik masih perlu dilakukan mengingat masih banyak keunikan lain yang belum terungkap. Selain itu diharapkan peran pemerintah lebih maksimal dalam melestarikan seni kerajinan batik.