Skripsi
Pengembangan bahan ajar kimia pada materi laju reaksi untuk SMA kelas XI dengan model pembelajaran kooperatif STAD / Firus Facole
Abstrak
Wakole Firus. 2013.Pengembangan bahan ajar kimia pada materi Laju reaksi untuk SMA kelas XI dengan model pembelajaran kooperatif STAD.Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Drs. H. Ridwan Joharmawan M.Si. (2) Laurent Octaviana S.Pd. M.Si Kata Kunci Pengembangan bahan ajar model pembelajaran kooperatis STAD SMA Pemerintah selalu melakukan perubahan dan perbaikan guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Salah satu usaha pemerintah dalam perubahan dan perbaikan bidang pendidikan adalah dengan didirikannya Sekolah Menengah Atas (SMA). Depdiknas (2007) menyebutkan bahwa salah satu problematika pembelajaran di SMA adalah belum tercukupinya bahan ajar yang dapat memenuhi standar kompetensi lulusan baik secara kuantitatif kualitatif dan relevansinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mengembangkan bahan ajar. Tujuan dari penelitian pengembangan adalah untuk mengetahui hasil pengembangan dan kelayakan bahan ajar kimia pada materi laju reaksi dan RPP yang dikembangkan dengan model pembelajaran kooperatif STAD untuk SMA. Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Bahan ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan. Model pengembangan bahan ajar mengadaptasi desain Dick and Carey yang terdiri dari 10 langkah penelitian. Produk yang diharapkan adalah bahan ajar Laju Reaksi. Model yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif STAD. Validasi dilakukan oleh dua dosen kimia Universitas Negeri Malang. Data yang diperoleh berupa hasil validasi dari Validator ahli kritik dan saran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria valid dengan diakukan uji keterbacaan produk dan validitas isi oleh validator. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.