Skripsi
Perbedaan hasil belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan model pembelajaran ekspositori pada mata pelajaran elektronika I untuk siswa kelas X Program Keahlian Teknik Mekatronika di SMK Negeri 8 Malang / Yan Pritaningtyas
Abstrak
Pritaningtyas Yan.2013. Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan Model Pembelajaran Ekspositori pada Mata Pelajaran Elektronika I untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Mekatronika di SMK Negeri 8 Malang.Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suwasono M.T. (II) Drs. Dwi Prihanto S.S.T. M.Pd. Kata Kunci Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Ekspositori Model pembelajaran Ekspositori merupakan bentuk pembelajaran yang masih berorientasi pada guru (teacher centered) di mana guru sebagai sumber belajar dan siswa hanya bersikap pasif dalam menerima pelajaran. Model inilah yang sering dilaksanakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Elektronika di SMK Negeri 8 Malang. Apalagi dalam setiap pertemuan siswa menerima materi pelajaran Elektronika selama 3 jam pelajaran non-stop. Hal ini berdampak pada waktu jam-jam terakhir pelajaran siswa sulit sekali menyerap konsep-konsep yang diberikan sehingga jika konsep tersebut berkaitan dengan materi selanjutnya akan menyebabkan siswa sulit memahami materi tersebut. Agar hasil belajar siswa tidak menurun karena kurangnya keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran maka perlu diterapkan metode pembelajaran lain yang melibatkan aktivitas dan peran siswa. Salah satunya dengan menerapkan metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) yang termasuk dalam model pembelajaran kooperatif. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan pretest dan posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Program Keahlian Mekatronika di SMK Negeri 8 Malang tahun ajaran 2013/2014 dimana akan diambil dua kelas yang homogen sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu kelas X Metro A dan X Metro B. Data yang diambil berupa nilai kemampuan awal (pretest) hasil belajar yang terdiri dari ranah kognitif afektif dan psikomotorik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas uji homogenitas uji kesamaan dua rata-rata dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kognitif secara signifikan antara siswa kelas eksperimen dengan siswa kelas kontrol berdasarkan hasil uji-t yang memperoleh t hitung (2 265) t tabel (2 015) dan nilai signifikansi (0 028 0 05). Hasil belajar afektif siswa menhasilkan t hitung (4 70) t tabel (2 015) dan nilai signifikansi (0 001 0 05). Dan hasil belajar psikomotrik siswa menhasilkan t hitung (4 985) t tabel (2 015) dan nilai signifikansi (0 00 0 05). Jadi berdasarkan pernyataan diatas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar kognitif afektif dan psikomotorik siswa pada kompetensi dasar Mengidentifikasi komponen elektronika pasif dan aktif di SMK Negeri 8 Malang.