Skripsi
Perbedaan metakognitif dan hasil belajar antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan jigsaw pada mata pelajaran multimedia kelas X SMK / Ainun Nisa
Abstrak
Nisa Ainun. 2013. Perbedaan Metakognitif dan Hasil Belajar antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Jigsaw pada mata pelajaran Multimedia kelas X SMK. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.Slamet Wibawanto M.T. (II) I Made Wirawan S.T. S.S.T. M.T. Kata Kunci metakognitif hasil belajar problem based learning jigsaw Multimedia SMK. Dalam pencapaian kompetensi penerapan model belajar perlu mendapatkan perhatian guna meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK. Pada penelitian ini model pembelajaran problem based learning (PBL) dan jigsaw memiliki keseuaian dengan karakteristik mata pelajaran dasar-dasar multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan metakognitif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rancangan penelitian eksperimen ini dengan melibatkan dua kelompok kelas yang ditetapkan sebagai sampel penelitian yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaan problem based learning (PBL) dan kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran jigsaw. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X MM di SMKN 11 Malang tahun ajaran 2013/2014 dengan sampel penelitian adalah kelas X MM 1 sebagai kelas eksperimen dan X MM 2 sebagai kelas kontrol. Kemampuan awal kedua kelas diukur dengan menggunakan pretest. Hasil belajar diukur dengan nilai tugas afektif dan postest. Sedangkan metakognitif diukur dengan dari inventory metakognitif. Pengujian hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan diantara kelas eksperimen dan kelas kontrol (2) tidak terdapat perbedaan metakognitif yang disignifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen hasil belajarnya lebih tinggi dibandingkan hasil belajar pada kelas kontrol. Hal ini terjadi karena pada kelas eksperimen adanya pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk berpikir kritis dalam mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. Pada pengukuran metakognitif siswa indikator dengan nilai tertinggi pada kelas kontrol adalah information management sedangkan pada kelas eksperimen adalah debugging.