Skripsi
Pengembangan kurikulum muatan lokal seni hias gamar kurung Gresik di SD Negeri Lumpur Kota gresik / Aang Priyatna
Abstrak
Priyatna Aang. 2013. Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Seni Hias Damar Kurung Gresik di SD Negeri Lumpur Kota Gresik. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Anselmus J.E. Toenlioe M.Pd (II) Dr. Agus Wedi M.Pd. Kata Kunci pengembangan kurikulum muatan lokal damar kurung 12288 12288 12288 12288 Kurikulum muatan lokal adalah seperangkat perencanaan kurikulum yang harus diikuti peserta didik untuk mengembangkan kompetensi sesuai ciri khas keadaan dan kebutuhan daerah. Penulis mengangkat damar kurung sebagai objek penelitian dikarenakan damar kurung merupakan ciri khas/potensi daerah namun seiring berkembangnya zaman penurunan produksi tradisional damar kurung dapat mengakibatkan terputusnya kebudayaan tradisional dari pengalihan ke generasi berikutnya. Selain itu damar kurung dapat menjadi bekal soft skill peserta didik ketika terjun di masyarakat nantinya dimana damar kurung dapat dijadikan kegiatan kerajinan tangan hingga melestarikan nilai-nilai tradisional daerah. Sedangkan di SDN Lumpur hanya mengajarkan Bahasa Daerah Bahasa Arab dan qurdist/akidah akhlak dalam mengimplementasikan kurikulum muatan lokal. Dimana ketiga muatan lokal tersebut belum terdapat salah satu muatan lokal yang berisi sejarah daerah kesenian daerah adat-istiadat keterampilan dan kerajinan daerah serta pengetahuan ciri khas lingkungan Gresik seperti yang terdapat pada peraturan Bupati Gresik Nomor 69 Tahun 2008. Adanya kecenderungan tersebut penulis mengangkat nilai tradisi karya-karya seni hias tradisional damar kurung di Gresik melalui pembuatan kurikulum muatan lokal seni hias damar kurung. 12288 12288 12288 12288 Tujuan dari pengembangan kurikulum muatan lokal yaitu untuk menghasilkan kurikulum muatan lokal seni hias damar kurung yang layak dan teruji validitasnya. Adapun spesifikasi produk yang berupa (1) deskripsi analisis tugas pelaku muatan lokal seni hias damar kurung (2) rumusan standar kompetensi kompetensi dasar dan indikator muatan lokal seni hias damar kurung (3) kerangka kurikulum atau epitome muatan lokal seni hias damar kurung (4) silabus dan (5) contoh rencana pelaksanaan pembelajaran seni hias damar kurung. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan model pengembangan G.A. Beuchamp dengan disesuaikan dengan kebutuhan pengembang. Langkah-langkah dalam pengembangan ini meliputi (1) identifikasi dan analisa kebutuhan masyarakat (2) analisis tugas pelaku muatan lokal (3) penyusunan standar kompetensi kompetensi dasar dan indikator (4) kerangka isi/epitome (5) penyusunan dokumen kurikulum (6) validasi. Data yang diperoleh berasal dari data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara kepada kepala sekolah komite sekolah seniman dan tokoh masyarakat. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tanggapan ahli materi dan ahli kurikulum. 12288 12288 12288 12288 Hasil pengembangan kurikulum muatan lokal damar kurung ini dinyatakan valid. Dengan hasil perhitungan pertama kurikulum ini divalidasikan oleh ahli materi yaitu seniman damar kurung kota Gresik sebesar 90% yang kedua kepada ahli kurikulum SDN Lumpur sebesar 78 33%. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum muatan lokal seni hias damar kurung dapat dikembangkan dan diterapkan pada sekolah yang berada di Kota Gresik sebagai upaya inovasi dalam pembelajaran yang mengangkat tentang potensi khas kebudayaan tradisional Gresik. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kurikulum muatan lokal damar kurung telah berhasil dikembangkan dan termasuk dalam kategori valid serta disarankan agar pihak sekolah memiliki guru muatan lokal damar kurung yang mengerti betul akan nilai-nilai tradisional damar kurung agar dapat diimplementasikan kedepannya karena kurikulum muatan lokal damar kurung sudah layak dan teruji validitasnya untuk diimplementasikan.