Skripsi
Klarifikasi nilai-nilai Pancasila dalam sistem among sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara / Widya Noventari
Abstrak
Noventari Widya. 2013. Klarifikasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Sistem Among Sesuai Dengan Pemikiran Ki Hajar Dewantara. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Suwarno Winarno. (2) Dra. Sri Untari M. Si. Kata Kunci Pendidikan Sistem Among Pancasila Pemikiran Ki Hajar Dewantara. 12288 12288 12288 Pendidikan bertujuan untuk membangun tatanan bangsa yang berbalut dengan nilai-nilai budaya kecerdasan kepekaan dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan merupakan pilar yang kokoh untuk mengentaskan kemiskinan menyelesaikan persoalan kebodohan dan menuntaskan segala permasalahan bangsa yang selama ini terjadi. Penanaman nilai-nilai kebudayaan bangsa melalu jalur pendidikan merupakan cara yang sangat tepat untuk menuju bangsa dan negara yang bermartabat. 12288 12288 12288 Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Apakah pokok-pokok isi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan (2) Bagaimanakah konsepsi Ki Hajar Dewantara mengenai sistem among (3) Apakah Sistem Among Ki Hajar Dewantara sesuai dengan nilai-nilai Pancasila (4) Bagaimanakah perspektif Sistem Among Ki Hajar Dewantara dalam sistem pendidikan nasional . 12288 12288 12288 Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan pokok-pokok isi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan.(2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsespsi sistem among sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara.(3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesesuaian sistem among dengan nilai-nilai Pancasila.(4) Untuk mendeskripsikan prespektif sistem among Ki Hajar Dewantara dalam sistem pendidikan nasional. 12288 12288 12288 Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan melakukan analisis terhadap data dan fakta yang diperoleh dari sumber pustaka dan dokumen sehingga memperoleh suatu hasil analisis berupa argumentasi penulis. Proses penggarapan yang digunakan meliputi heuristic kritik interpretasi dan historiografi. 12288 12288 12288 Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Salah satu sumbangan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mampu menjiwai pendidikan nasional Indonesia yang kita warisi adalah bagaimana Ki Hajar Dewantara menerapkan sebuah sistem pendidikan yang menyokong kodrat alam peserta didik bukan dengan perintah-paksaan tetapi dengan tuntunan agar berkembanng lahir dan batin menurut kodratnya secara subur dan selamat. Yang diutamakan dalam konsep pendidikan tersebut adalah penanaman nilai-nilai luhur bangsa sendiri secara masif dalam kehidupan anak didik. Sistem pendidikan Among inilah yang diterapkan di dalam Perguruan Taman Siswa. 12288 12288 12288 Taman Siswa pertama kali didirikan di Yogyakarta 1922. Konsep pendidikan yang sangat membumi dan mengakar pada budaya bangsa antara lain Tutwuri Handayani tripusat pendidikan yang meliputi keluarga masyarakat dan pendidikan formal (sekolah) Tringo (ngerti ngroso nglakoni) dan konsep pendidikan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yakni sistem among tersebut. Sistem among yang telah di konsepkan oleh Ki Hajar Dewantara selalu selaras dengan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Sejak diberlakukanya Sistem Among sampai disahkanya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia belum ada ketidak cocokan diantara isi dan pelaksanaan prinsip di antara keduanya. Disini sistem among seakan menggambarkan bagaimana sebuah sistem pendidikan dijalankan sesuai dengan budaya luhur bangsa yang juga menjiwai tiap sila-sila dalam Pancasila dan tercantumkan dalam pembukaan UUD 1945. Disini Pancasila dan Sistem Among juga selaras denga Pancadarma yang menjadi asas dari perguruan Taman Siswa. 12288 12288 12288 Berdasarkan temuan peneliti ini maka peneliti menyarankan agar para pamong (guru) untuk mengaplikasikan sistem among dalam proses pembelajaran baik di pendidikan formal maupun informal dimana asas kekeluargaan yang dicanangkan untuk mendukung tumbuh kembang anak didik sesuai dengan kepribadian budaya bangsanya. Demikian juga anggah ungguh atau sopan-santun yang diugulkan dalam sistem pendidikan ini dapat menjadi acuan antara hubungan pamong (guru) dengan anak didik. Konsep pendidikan yang sudah mengakar di dalam sistem pendidikan Indonesia untuk terus dijaga dan dilestarikan sehingga tidak mudah tergerus oleh konsep-kosep atau pemikirn-pemikiran pendidikan Barat yang apabila di aplikasikan di dalam sistem pendidikan Indonesia belum tentu cocok atau sesuai dengan kondisi anak didik di Indonesia. Salah satu keunggulan dari Ki Hajar Dewantara adalah kepandaianya meramu dan meracikm pemikiran-pemikiran pendidikan Barat dan dipadukan dengan kebudayaan bangsa Indonesia sehingga terciptalah sebuah sistem pendidikan yang disebut sebagai sistem among.