Skripsi
Pengembangan kurikulum muatan lokal seni karawitan di SMK Negeri 3 Malang / Meike Verawati
Abstrak
Verawati Meike. 2013. Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Seni Karawitan di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Anselmus J.E. Toenlioe M.Pd (II) Arafah Husna S.Pd. M.Med.Kom. Kata Kunci Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Seni Karawitan Kurikulum muatan lokal adalah seperangkat rencana pembelajaran yang dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan. Secara keseluruhan dikaitkan kebutuhan daerah lokal ciri khas dan potensi daerah setempat. Dalam implementasinya substansi muatan lokal tersebut direncanakan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan. Penelitian ini penulis lakukan terhadap muatan lokal pada kelas XI Semester I Program Keahlian Akomodasi Perhotelan (APH). Latar belakang penulis memilih topik ini dikarenakan seni Karawitan yang diterapkan di SMKN 3 Malang belum memiliki kurikulum secara tertulis namun sudah diimplementasikan. Selain itu berdasarkan analisis kebutuhan bahwa pentingnya seni Karawitan diterapkan di Sekolah selain untuk mewariskan dan melestarikan budaya kesenian lokal juga sebagai pembelajaran yang memberikan nilai-nilai luhur dan sebagai nilai tambah keahlian bagi siswa-siswi Perhotelan dalam kelangsungan kerja. 12288 12288 12288 12288 Adanya kecenderungan tersebut menggugah hati penulis untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal pada program keahlian APH secara tertulis pada mata pelajaran muatan lokal seni Karawitan sesuai prosedur pengembangan. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan salah satu potensi kedaerahan atau kesenian daerah yang ada di Malang kepada para peserta didik dan menghasilkan kurikulum muatan lokal tertulis di SMKN 3 malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. 12288 12288 12288 12288 Penulis mengumpulkan data dengan menggunakan observasi angket wawancara dan studi dokumentasi. Melalui identifikasi terhadap kebutuhan masyarakat dan sekolah yang dilakukan di awal penelitian dan penyebaran angket serta wawancara. Setelah itu penulis meminta persetujuan mulai dari masyarakat dan Instansi Pemerintahan yang ada kaitannya terhadap penyelenggaraan pendidikan di tingkat Sekolah Kejuruan. Teknik pemilihan sampel tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan yang dapat mewakili masyarakat. Masyarakat 100% setuju apabila seni Karawitan diajarkan melalui materi muatan lokal. Pengembangan materi berpedoman pada petunjuk yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Untuk mengembangkan muatan lokal mata pelajaran muatan lokal seni Karawitan penulis memulai dengan Menganalisis Tugas Pelaku Muatan Lokal Seni Karawitan Membuat Perumusan SK KD dan Indikator Menyusun Kerangka Kurikulum atau Epitome Mengembangkan Silabus dan Merancang contoh RPP. 12288 12288 12288 12288 Hasil pengembangan kurikulum muatan lokal seni Karawitan ini dinyatakan valid. Dengan hasil perhitungan pertama kurikulum ini divalidasikan kepada ahli materi yaitu guru muatan lokal SMKN 3 Malang sebesar 90% dan yang kedua kepada ahli kurikulum yaitu Waka Kurikulum SMKN 3 Malang sebesar 86 3%. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum muatan lokal seni Karawitan dapat di implementasikan sebagai kurikulum tertulis dalam pembelajaran seni Karawitan di SMKN 3 Malang. Kesimpulan dari pengembangan ini adalah kurikulum muatan lokal seni Karawitan yang dikembangkan termasuk valid dan layak untuk diterapkan di SMKN 3 Malang dan sekolah-sekolah yang ada di Kota Malang.