Skripsi
Penerapan model Read, Encode, Annotate, Ponder (REAP) untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis siswa kelas VI SDN Gamping 01 Kabupaten Tulungagung / Weny Ika Fitriastuti
Abstrak
Fitriastuti Weny Ika. 2013. Penerapan Model Read Encode Annotate Ponder (REAP) untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Kritis Siswa Kelas VI SDN Gamping 01 Kabupaten Tulungagung. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Muhana Gipayana M.Pd (2) Drs. Sjafruddin A.R S.Pd M.Pd. Kata Kunci membaca kritis Model Read Encode Annotate Ponder (REAP) SD 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI SDN Gamping 01 Kabupaten Tulungagung ditemukan beberapa masalah yaitu(1)kurangnya keterampilan siswa dalam membaca kritis materi menanggapi isi bacaan dan(2)kurangnya kemampuan siswa dalam merespon isi teks berdasarkan pengetahuan siswa dengan menggunakan bahasa sendiri. Salah satu alternatif yang digunakan yaitu menerapkan model pembelajaran Read Encode Annotate Ponder (REAP) untuk meningkatkan keterampilan membaca kritis. 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan(1)penerapan model pembelajaran Read Encode Annotate Ponder (REAP) untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca kritis materi menanggapi isi bacaan dan (2)peningkatan keterampilan membaca kritis setelah menerapkan model pembelajaran Read Encode Annotate Ponder (REAP) di kelas VI. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 1 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1)planning (2)acting observing (3)reflecting dan (4)revisi plan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VI SDN Gamping 01 Kabupaten Tulungagung dengan jumlah 15 siswa. 12288 12288 12288 Berdasarkan analisis data hasil penelitian setelah diterapkan model Read Encode Annotate Ponder (REAP) diketahui bahwa banyak siswa yang telah mengalami peningkatan dari pratindakan sampai siklus II. Pada pelaksanaan pratindakan siswa merasa sulit menanggapi bacaan secara tertulis menggunakan bahasa siswa sendiri. Sedangkan pada pelaksanaan siklus I siswa mulai mampu mengungkapkan pendapat dengan membuat beberapa macam anotasi pada tahap proses model REAP dengan bimbingan guru. Pada pelaksanaan siklus II siswa sudah mandiri untuk membuat anotasi yang berisi pendapat siswa dalam menanggapi isi bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Read Encode Annotate Ponder (REAP) terbukti dapat meningkatkan keterampilan dalam membaca kritis untuk menanggapi isi bacaan secara tertulis dengan menggunakan bahasa siswa sendiri. 12288 12288 12288 Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu bagi Kepala Sekolah agar memotivasi guru untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran REAP. Bagi guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan bervariasi agar aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat. Untuk peneliti lanjutan sebaiknya tahapan REAP ditingkatkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan mendeskripsikan setiap tahapan REAP secara jelas dan terperinci.