Skripsi
Perancangan ensiklopedia digital pengenalan lima buah alat musik tiup tradisional Indonesia / Made Saresky Sardjono
Abstrak
Sardjono Made Saresky. 2013. Perancangan Ensiklopedia Digital Pengenalan Lima Buah Alat Musik Tiup Tradisional Indonesia. Skripsi Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sugiyono Ardjaka M.Sc. (II) Rudi Irawanto S.Pd M.Sn Kata kunci Perancangan Ensiklopedia Digital Media Pengenalan Alat Musik Tiup Tradisional Indonesia Salah satu bentuk kebudayaan Indonesia adalah alat musik tradisional. Alat musik tiup tradisional merupakan alat musik yang menghasilkan suara dengan cara ditiup. Beberapa contohnya adalah Serune Kalee Saronen Fu Guriding dan Saluang. Model yang diterapkan pada perancangan ini adalah model prosedural yang bersifat deskriptif yang diawali dengan perumusan masalah untuk mendapatkan tujuan perancangan. Data diperoleh melalui buku-buku cetak e-book dan situs web internet. Hasil dari perancangan ini adalah media utama dan media promosi yang bertema alat musik tiup tradisional Indonesia. Judul media utama dari perancangan ini adalah ensiklopedia digital pengenalan lima buah alat musik tiup tradisional Indonesia. Jumlah alat musik tiup tradisional dalam ensiklopedia digital ini dibatasi menjadi lima buah merujuk dari jumlah alat musik tiup yang datanya diangkat dari buku Kitab Budaya Nusantara Hamid Bahari 2011. Konsep desain visual pada ensiklopedia digital ini menyerupai sebuah ruangan museum yang dilengkapi patung buku kamera film tua pintu kayu dan peta Indonesia serta lima alat musik tiup tradisional Indonesia. Perpaduan warna coklat dan kuning ditambah pencahayaan lembut menambah kesan klasik pada ensiklopedia digital ini. Sementara itu media promosi ensiklopedia digital ini adalah cover CD label CD mini banner x-banner t-shirt sticker flagchain packaging dan mug. Berdasarkan perancangan ini dapat diberikan saran pertama bagi masyarakat Indonesia. Alat musik tiup tradisional sebagai mana warisan budaya yang lain perlu dilestarikan dan dikembangkan keberadaannya. Kedua bagi penulis-penulis potensial yang mungkin mengangkat tema serupa dapat mengalokasikan waktu dan tenaga yang lebih besar dengan terjun langsung ke dalam masyarakat-masyarakat pemilik alat-alat musik tiup tradisional yang asli sehingga sumber yang diperoleh orisinal.