UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Dampak implikasi kebijakan Bank Indonesia dalam fungsi pengawasan terhadap kinerja bank devisa tahun 2005-2011 / Nur Kholik

Kholik, Nur - Nama Orang;

Abstrak
Nur Kholik. 2013. Dampak Implikasi Kebijakan Bank Indonesia Dalam Fungsi Pengawasan Terhadap Kinerja Bank Devisa Tahun 2005 - 2011. Skripsi Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nasikh S.E. M.P. M.Pd. (II) Drs. Ir. Yohanes Hadi S. S.Th. M.Div. M.E. Kata Kunci Kinerja Bank Devisa dan Fungsi Pengawasan Pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia baik secara out side maupun in side akan memberikan informasi yang valid tentang kondisi suatu bank. Pengawasan yang bersifat in side antara lain bersumber dari laporan-laporan yang wajib disampaikan kepada Bank Indonesia Laporan Bulanan Bank Sistem Informasi Kredit Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi) Rencana Kerja Tahunan dan lain-lainnya. Laporan keuangan tersebut sangat berguna dalam melakukan analisis kinerja perusahaan (bank) khususnya sebagai salah satu bahan evaluasi dalam mengukur tingkat kesehatan bank. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana kinerja bank devisa di Indonesia pada tahun 2005-2011 dan 2) Bagaimana dampak implikasi kebijakan bank indonesia dalam fungsi pengawasan terhadap kinerja bank devisa tahun 2005 - 2011 . Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Analisis kualitatif digunakan untuk memberikan penilaian secara deskriptif terkait dengan fungsi pengawasan bank Indonesia terhadap kinerja bank devisa di Indonesia Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja keuangan bank devisa tahun 2005-2011 untuk bank BUMN yang meliputi PT. BRI Tbk PT. BNI Tbk dan PT. Bank Mandiri Tbk secara keseluruhan masuk dalam kategori sehat. Sedangkan BUSN devisa yang masuk dalam kategori sehat yaitu PT. Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT. Bank Niaga Tbk. BUSN devisa yang masuk dalam kategori cukup sehat yaitu PT. Bank Bumiputera Indonesia Tbk PT. Bank Bukopin Tbk PT. Bank Internasional Indonesia Tbk PT. Bank Permata Tbk PT. Bank Mega Tbk PT. Bank NISP Tbk dan PT. Bank Central Asia Tbk. BUSN devisa yang masuk dalam kategori kurang sehat yaitu PT. Bank Eksekutif Internasional Tbk PT. Bank Bumi Arta Tbk dan PT. Bank Lippo Tbk. Kebijakan dan pengawasan yang dilakukan BI tersebut memberikan dukungan atas upaya bank devisa dalam meningkatkan kinerja keuangannya namun pengawasan BI selama ini dinilai kurang maksimal sehingga banyak bank devisa yang memiliki kinerja kurang sehat. Kebijakan dan pengawasan BI harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan undang-undang yang telah ditetapkan. Tujuan utamanya menjaga kesehatan perbankan agar tidak memberikan dampak negatif terhadap perekonomian negara.


Informasi Detail
DDC
Rs 332.45 KHO d
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ekonomi, 2013.
Deskripsi Fisik
viii, 87 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00406/KI/14
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2013
Subjek
1. BANK DEVISA - KINERJA KEUANGAN
Pembimbing
1. Nasikh ; 2. Yohanes Hadi S.
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik