Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran pokok bahasan himpunan untuk siswa SMP kelas VII yang mengacu pada masalah kontekstual / Yulianus Pekpekay
Abstrak
Pekpekay Yulianus. 2014. Pengembangan Modul Pembelajaran Pokok Bahasan Himpunan untuk Siswa SMPKelas VII yang Mengacu padaMasalah Kontekstual.Skripsi Jurusan Matematika FMIPAUniversitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Hery Susanto M. Si. Kata kunci Modul Pembelajaran himpunan Masalah Kontekstual. Modul merupakan suatu paket bahan ajar yang disusun secara sistematis dan memuat serangkaian aktivitas belajar mandiri agar siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran yang telah diterapkan secara khusus dan jelas. Adapun tujuan penggembangan modul yang dilakukan penulis adalah untuk menghasilkan modul pembelajaran khusus pokok bahasan himpunan. Modul himpunan yang dikembangkan ini berdasarkan kurikulum 2006 dan Mengacu Pada Masalah Kontekstual. Materi himpunan ini merupakan salah satu bahan kajian Siswa SMP Kelas VII semester 2. Modul ini terdiri dari Empat unit kegiatan yaitu (1) Pengertian himpunan (2) Himpunan Kosong dan Himpunan semesta Diagram Venn (3) himpunan bagian dan (4) Irisan Gabungan Selisih dan Komplemen pada himpunan. Masing masing unit memuat kegiatan belajar yang akan mengantarkan siswa dalam memahami konsep himpunan. Untuk meningkatkan kualitas modul penulis melakukan validasi isi. Pada validasi ini diperoleh penilaian komentar dan saran dari para validator modul. Penilaian komentar dan saran tersebut digunakan sebagai bahan revisi modul selanjutnya. Pada validasi ini dilibatkan lima validator yaitu dua dosen matematika dan tiga guru matematika SMP. Berdasarkan data penilaian hasil validasi diperoleh bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan adalah valid. Akan tetapi revisi terhadap modul masih tetap dilakukan sesuai dengan komentar dan saran dari para validator. Kelebiahan modul yang dikembangkan yaitu materi sesuai dengan kurikulum 2013 dan kegiatan belajar yang disajikan bersifat realistik sehingga dapat membuat siswa lebih aktif dan pembelajaran himpunan lebih bermakna. Adapun kelemahan yaitu modul ini belum diajucobakan kepada siswa. Dengan demikian disarankan bagi pengembang selanjutnya untu mengujicobakan modul ini dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif dan dapat dimodifikasikan sesuai dengan kondisi sekolah.