UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Dinamika sektoral dan fiskal pembangunan daerah Kota Batu tahun 2005-2012 / Anggari Marya Kresnowati

Kresnowati, Anggari Marya - Nama Orang;

Abstrak
Kresnowati Anggari Marya. 2013. Dinamika Sektoral dan Fiskal Pembangunan Daerah Kota Batu Tahun 2005-2012. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sugeng Hadi Utomo M.Ec (II) Dr. Hadi Sumarsono S.T. M.Si Kata kunci Otonomi Daerah Sektor-Sektor Pembentuk PDRB Fiskal Daerah Otonomi daerah sebagai era baru perencanaan pembangunan di Indonesia memberikan keleluasaan kepada daerah untuk mengembangkan kegiatan ekonominya. Melalui otonomi daerah diharapkan pembangunan akan lebih riil sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah yang diwadahi dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan mulai dari tingkat RT sampai nasional. Pemerintah Kota Batu sebagai salah satu wilayah otonomi daerah baru mempunyai tugas dan wewenang dalam pelaksanaan otonomi daerah seperti diatur dalam Undang-undang. Selama menjadi wilayah dengan daerah otonomi sendiri Kota Batu mengalami fluktuasi baik keadaan secara sektoral maupun fiskal daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sektor-sektor ekonomi pembentuk PDRB di Kota Batu (2) Derajat Desentralisasi Fiskal di Kota Batu sebagai ukuran kemandirian fiskal daerah (3) dinamika sektoral dan fiskal di Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Batu dengan mengambil keseluruhan data-data berupa angka dalam PDRB dan APBD Kota Batu dari BPS Kota Batu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan metode dokumentasi. Data dianalisis dengan metode Location Quotient (LQ) Shift Share Tipologi Klassen dan Derajat Desentralisasi Fiskal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) ada empat sektor basis di Kota Batu yaitu sektor pertanian sektor listrik dan air bersih sektor perdagangan hotel dan restoran dan sektor jasa-jasa (2) berdasarkan perhitungan shift share pada angka diferential shiftsemuanya menunjukkan angka positif hal ini berarti secara total pertumbuhan masing-masing sektor di Kota Batu mempunyai daya saing yang lebih baik daripada daya saing sektor yang sama di propinsi. (3) berdasarkan analisis Tipologi Klassen sektor jasa-jasa merupakan satu-satunya sektor yang berada pada kuadran 1 sektor pertambangan sektor bangunan sektor angkutan dan komunikasi dan sektor listrik dan air bersih pada kuadran 2 sektor pertanian dan sektor perdagangan hotel dan restoran di kuadran 3 sektor industri pengolahan dan sektor bank/keuangan/perum pada kuadran 4 (4) pada analisis fiskal berdasarkan Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF) angka kemandirian fiskal kota Batu masih sangat rendah. Sebagian besar kebutuhan daerah Kota Batu masih disupply oleh pemerintah pusat dan ketergantungan pemerintah Kota Batu terhadap pemerintah pusat masih sangat tinggi.


Informasi Detail
DDC
Rs 336.34315982 KRE d
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ekonomi, 2013.
Deskripsi Fisik
ix, 121 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00532/KI/14
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2013
Subjek
1. FISKAL KEUANGAN DAERAH - BATU (JAWA TIMUR)
Pembimbing
1. Sugeng Hadi Utomo ; 2. Hadi Sumarsono
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik