Tesis
Nilai-nilai dalam perkawinan adat Sasak sebagai wujud interaksi sosial keterkaitannya dengan sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial / Abdul Said
Abstrak
Said Abdul. 2013. Nilai-nilai dalam Perkawinan Adat Sasak sebagai Wujud Interaksi Sosial Keterkaitannya dengan Sumber Pembelajaran IPS. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hariyono M.Pd. (II) Prof. Dr. F Danardana Murwani MM. Kata Kunci Perkawinan Adat Sasak Interaksi Sosial Sumber Pembelajaran IPS 12288 12288 12288 12288 Perkawinan adat Sasak merupakan suatu bentuk perkawinan unik yang ada di masyarakat suku Sasak yang mendiami pulau Lombok. Secara umum perkawinan itu terjadi karena adanya interaksi yang dilakukan antar individu yang satu dengan lainya. Perkawinan ini dikatakan unik karena tata cara atau proses perkawinan adat suku Sasak ini berbeda dengan tata cara perkawinan adat lain yang ada di provinsi Nusa Tenggara Barat seperti adat perkawinan suku Samawa dan suku M bojo yang ada di pulau sumbawa. Keunikan dari perkawinan adat Sasak ini terlihat dari prosesnya. Dimana bila kedua belah pihak laki-laki dan perempuan telah sepakat untuk melakukan ikatan perkawinan pihak laki-laki melarikan perempuan ke rumah kerabatnya untuk disembunyikan beberapa hari sebelum penyelesaian adat dituntaskan. Proses melarikan si gadis ini dalam istilah Sasakdisebutmerarik/melaiq.Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-deskriptif untuk menjawab pertanyaan di atas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran di sekolah terutama pembelajaran IPS dalam menerapkan pembelajaran yang kontekstual dengan memanfaatkan sumber-sumber yang terdekat dengan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pelaksanaan perkawinan adat Sasak 2) mendeskripsikan nilai-nilai yang ada dalam prosesi perkawinan adat Sasak terkait dengan pembelajaran IPS 3) keterkaitan nilai-nilai dalam perkawinan adat Sasak sebagai sumber pembelajaran IPS. Dalam penelitian ini peneliti adalah sebagai instrumen kunci dan pengumpul data penelitian. Data dalam penelitian ini adalah ujaran-ujaran yang dihasilkan peneliti dalam melakukan wawancara dengan berbagai nara sumber. Dalam pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi peneliti menggunakan vidio recorder pedoman wawancara pengamatan studi dokumentasi dan catatan lapangan.Dalam penelitian ini trianggulasi sumber dan trianggulasi teori dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan temuan penelitian. Hasil penelitian ini akan dapat menjawab permasalahan yang dituangkan pada fokus penelitian. Secara umum perkawinan adat Sasak merupakan suatu bentuk perkawinan yang dalam prosesnya tanpa melalui lamaran sebagaimana proses perkawinan adat lainnya. Perkawinan adat Sasak dilakukan dengan cara melarikan si gadis pada malam hari setelah adanya kesepakatan kedua pihak (calon mempelai)lalu disembunyikan di rumah kerabat laki-laki untuk beberapa hari sementara menunggu penyelesaian adat yang telah ditentukan. Nilai-nilai unik ini oleh masyarakat Sasak masih dipertahankan sampai saat ini karena masih dianggap baik oleh masyarakat. Nilai-nilai sosial yang biasa dijumpai dalam prosesi tersebut berupa 1) nilai kebenaran 2) nilai religius 3) keberanian dan tanggung jawab 4) kepatuhan dan musyawarah 5) gotong royong 6) kebersamaan. Nilai-nilai dalam perkawinan adat Sasak yang merupakan warisan luhur nenek moyang bangsa harus diperkenalkan kepada siswa di sekolah melalui pembelajaran. Karena dengan adanya pengetahuan tentang hal tersebut selain siswa dapat mewarisi budayanya siswa juga memahami tata cara prosesi perkawinan adat Sasak dengan baik. Sehingga dengan adanya pengetahuan tentang hal tersebut generasi berikutnya akan dapat melestarikan budayanya sendiri. Sekolah sebagai sarana pendidikan formal bagi peserta didik diharapkan mampu memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Seperti lingkungan budaya yang berupa tata nilai adat istiadat norma-norma dan sebagainya. Dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar diharapkan siswa mampu menyerap materi yang disampaikan oleh guru sehingga dengan demikian proses pembelajaran di sekolah berhasil dengan baik.