Tugas Akhir
Perancangan motion komik 2D tentang pengenalan kisah Candi Penataran / Muhammad Yusuf Rizal
Abstrak
Rizal Muhammad Yusuf. 2013. Perancangan Motion Komik Pengenalan Candi Penataran. Tugas Akhir Program Studi D3 Animasi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Andy Pramono S.Kom M.T. (II) Mitra Istiar Wardhana S.Kom M.T. Kata kunci Perancangan Motion Komik Candi Penataran Blitar Kurangnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya tradisional membuat kisah-kisah tradisional Indonesia menjadi jarang dikenal lagi oleh generasi muda. Dengan memasukkan kisah-kisah tradisional ke dalam bentuk motion komik yang disajikan dengan cara berbeda dari zaman dahulu diharapkan akan bisa menarik perhatian generasi muda zaman sekarang. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki perbedaan budaya dan tradisi di masing-masing daerah salah satunya adalah daerah Blitar Jawa Timur. Dari berbagai kisah tradisional Indonesia ada sebuah kisah dari dari daerah Blitar yaitu kisah Candi Penataran. Kisah ini memberikan aspek moral tentang bagaimana kita menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah dari nenek moyang . Sebab semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit yang disusul dengan masuknya agama Islam Candi Penataran semakin terbengkalai begitu saja karena ditinggalkan oleh penganutnya. Namun tetap perlu adanya pengawasan dan bimbingan dari orang tua atau guru ketika melihat motion komik ini. Oleh karena itu penulis ingin mengangkat tema kisah Candi Penataran dalam motion komik ini. Perancangan motion komik ini bertujuan menghasilkan rancangan motion komik tentang kisah Candi Penataran untuk anak usia diatas 10 tahun. Tugas Akhir ini akan menghasilkan satu buah media motion komik dalam bentuk CD yang berjudul Kisah Candi Penataran . Software yang digunakan untuk membuat motion komik ini adalah software Adobe Photoshop CS6 dan Adobe Flash CS3. Media motion komik ini akan dikemas dalam satu paket boxpackaging yang didalamnya terdapat box CD stiker dan pin. Karya Tugas Akhir ini cocok digunakan bagi anak usia di atas 10 tahun dengan didampingi orang tua atau guru. Hal ini disebabkan oleh cerita yang dibawakan membutuhkan penjelasan dari orang tua atau guru agar nilai-nilai moral yang ada bisa disampaikan dengan baik.