Tesis
Manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan (studi kasus di SD Negeri Galunggung Kota Tasikmalaya) / Rudi Nuryadi
Abstrak
Nuryadi Rudi. 2013. Manajemen Strategik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Studi Kasus di SD Negeri Galunggung Kota Tasikmalaya). Tesis Jurusan Manajemen Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H.A Sonhadji KH MA Ph.D (II) Prof. Dr. Hendyat Soetopo M.Pd. Kata kunci manajemen strategik meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar Sekolah dapat dikatakan bermutu apabila prestasi sekolah (khususnya prestasi siswa) menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam bidang akademik. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan penyempurnaan secara sistemik dan sistematis terhadap seluruh komponen pendidikan seperti peningkatan dan penyebaran guru penyempurnaan kurikulum sumber belajar sarana dan prasarana yang memadai iklim pembelajaran yang kondusif serta peningkatan mutu manajemen sekolah menjadi faktor yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Sehingga strategi khusus diperlukan untuk peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti di SDN Galunggung Kota Tasikmalaya Jawa Barat. Penelitian ini mengungkap beberapa fokus antara lain (1) Gambaran kondisi sekolah yang meliputi kekuatan (strengths) kelemahan (weakness) peluang (opportunities) dan tantangan (threats) di SD Negeri Galunggung (2) Formulasi strategi dalam peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri Galungung (3) Implementasi strategi dalam peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri Galungung (4) Evaluasi kinerja sekolah di SD Negeri Galungung (5) Faktor-faktor yang menjadi kunci keberhasilan implementasi strategi peningkatan mutu pendidikandi SD Negeri Galungung dan (6) Faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam implementasi strategi peningkatan mutu pendidikandi SD Negeri Galungung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Hal ini didasarkan pada orientasi penelitian ini adalah untuk memahami secara komprehensif dengan menggambarkan realitas empiris mengenai manajemen strategik dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDN Galunggung. Kehadiran peneliti untuk melakukan penelitian cukup signifikan peneliti hadir dua hingga tiga hari seminggu untuk melakukan pengumpulan data. Informan yang dipilih oleh peneliti antara lain Kepala SDN Galunggung Wakil Kepala SDN Galunggung guru kelas dan Kepala Bagian Tata Usaha SDN Galunggung. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini antara lain (1) Analisis SWOT menunjukkan sekolah ini memiliki beberapa keunggulan yang melebihi sekolah lain seperti prestasi akademik dan non akademik yang berhasil diraih. Namun kekurangan terdapat pada weakness dan threat yang dapat menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan SDN Galunggung (2) Formulasi strategi adalah tahap pertama dalam manajemen strategi yang dilakukan di SDN Galunggung. Formulasi strategi merujuk pada penyusunan strategi oleh Kepala SDN Galunggung Pembantu Kepala Sekolah (PKS) Humas (Hubungan Masyarakat) PKS Kurikulum PKS Sapras (Sarana Prasarana) PKS Kesiswaan Guru Dewan Sekolah/ Komite Sekolah. Formulasi strategi terdiri dari dua tahapan besar yaitu pemindai lingkungan dan perumusan strategi (3) Implementasi strategi di SDN Galunggung dilakukan oleh semua personel sekolah yang juga sebelumnya berperan dalam formulasi strategi antara lain kepala sekolah Pembantu Kepala Sekolah (PKS) Humas (Hubungan Masyarakat) PKS Sapras (Sarana Prasarana) PKS Kesiswaan Dewan Sekolah/ Komite Sekolah guru siswa serta seluruh karyawan sekolah. Implementasi strategi SDN Galunggung dilaksanakan secara maksimal agar peningkatan mutu dapat tercapai (4) Evaluasi strategi dilakukan oleh kepala SDN Galunggung Pembantu Kepala Sekolah dan Dewan/Komite Sekolah. Evaluasi ini dilakukan pada saat akhir program dan digunakan untuk mengetahui perkembangan dan kekurangan atau permasalahan dalam pelaksanaan strategi. Selain itu perbaikan dilaksanakan dalam dua waktu apabila dapat langsung dilaksanakan tanpa membutuhkan waktu yang lama maka dapat langsung diperbaiki (5) Kunci keberhasilan implementasi strategi di SDN Galunggung bersumber dari lingkungan internal dan eksternal. Faktor eksternal yang berpengaruh antara lain faktor geografis lingkungan sekolah faktor kondisi sosial ekonomi masyarakat faktor demografi masyarakat sekitar dan faktor kebijakan / regulasi di bidang pendidikan. Kemudian faktor internal meliputi kepemimpinan sekolah yang menguasai manajemen sekolah pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompetensi (6) Faktor penghambat di SDN Galunggung terkait dengan penguasaan bahasa Inggris dan IT yang masih kurang di kalangan guru dan tenaga administrasi selain itu dukungan komite sekolah (RKAS) untuk penyediaan sarana prasarana yang kurang. Masalah selanjutnya adalah jaringan internet JARDIKNAS belum berfungsi secara maksimal dan aplikasi SIAS (Sistem Informasi Akademik Sekolah) belum menyeluruh. Saran peneliti dalam penelitin ini adalah (1) Bagi Kepala SDN Galunggung dapat meningkatkan kesadaran dan meningkatkan motivasi personil sekolah untuk senantiasa berupaya meningkatkan mutu pendidikan SDN Galunggung (2) Bagi Dewan Sekolah dapat memberikan perhatian lebih kepada sekolah dengan mengusahakan dana untuk kebutuhan sarana dan prasarana sekolah serta lebih peduli mengenai upaya peningkatan mutu SDN Galunggung (3) Bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya dapat memberikan bantuan pengembangan guru dan pegawai untuk memperbaiki kekurangan setiap SD negeri yang ada di Kota Tasikmalaya (4) Bagi pengembang keilmuan dapat memberikan kontribusi nyata yang aplikatif bagi sekolah dalam bidang manajemen pendidikan dan (5) Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian lanjutan dari penelitian ini mengenai manajemen strategi yang lebih mendalam. Manajemen pendidikan sendiri tak lepas dari bagian manajemen strategi yang penting untuk penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan.