Skripsi
Efektivitas teknik modelling simbolis untuk meningkatkan penerimaan diri siswa SMAN 1 Plemahan Kabupaten Kediri / Dasita Nurfiria
Abstrak
Nurfiria Dasita. 2013. Efektivitas Teknik Modelling Simbolis untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa SMA N 1 Plemahan Kabupaten Kediri. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Widada M. Si. (II) Arbin Janu Setyowati S. Pd M. Pd. Kata kunci Penerimaan Diri Modelling Simbolis Siswa SMA Remaja membutuhkan kemampuan untuk dapat menerima dirinya. Hal ini karena penerimaan diri dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku mereka dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu penerimaan diri juga merupakan elemen penting bagi remaja untuk mengaktualisasikan diri. Masalah yang sering muncul pada masa remaja adalah masih banyaknya remaja yang kurang bisa menerima kondisi diri sendiri. Dampak yang dapat ditimbulkan adalah siswa akan menarik diri dari lingkungan. Hal ini berdampak pula pada proses belajar dan hasil belajar siswa. Prestasi yang diperoleh kurang maksimal karena siswa akan selalu diliputi rasa cemas gelisah serta rasa tidak puas terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modelling simbolis dalam meningkatkan penerimaan diri bagi siswa SMA N 1 Plemahan kabupaten Kediri. Modelling simbolis adalah salah satu teknik yang digunakan dalam proses bimbingan dan konseling dengan menggunakan slide atau film sebagai media untuk mencapai suatu tujuan. Dalam penelitian ini teknik modelling simbolis menggunakan tayangan film untuk meningkatkan penerimaan diri siswa SMA. Rancangan penelitian adalah eksperimen semu dengan one group pre test post test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Plemahan dengan tingkat penerimaan diri sedang. Jumlah subyek yang diambil sebanyak 5 orang siswa. Data yang diperoleh melalui subjek menggunakan instrumen penerimaan diri yang telah diuji validitasnya dengan menggunakan analisis butir dan uji reliabilitas sehingga didapatkan r alpha lebih besar daripada r table dengan tingkat reliabilitas 0 936 yang berarti reliabel atau dapat dipercaya. Hasil penelitian adalah (1) penerimaan diri siswa sebelum pemberian treatment berada pada kategori sedang nilai mean pre test sebesar 101 2 (2) penerimaan diri siswa setelah pemberian treatment berada pada kategori tinggi nilai mean post test sebesar 135 8 (3) Melalui hasil uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon dihasilkan nilai Zhitung sebesar -2 060 dengan signifikansi 0 039. Oleh karena signifikansi Zhitung sebesar 0 039 (sig 0 05) maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik konseling modelling simbolis efektif untuk meningkatkan penerimaan diri siswa. Atas dasar hasil penelitian penulis mengajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut (1) konselor dapat menggunakan teknik modelling simbolis sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan penerimaan diri siswa Sekolah Menengah Atas (2) diharapkan peneliti selanjutnya menggunakan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimen sehingga efektivitas modelling simbolis lebih meyakinkan.