Tesis
Developing speaking materials by incorporating character building aspects for eighth graders at SMPN 3 Batu / Indra Pratiwi
Abstrak
Pratiwi Indra. 2014. Pengembangan Materi Berbicara yang Terpadu dengan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter bagi Siswa Kelas Delapan di SMPN 3Batu. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. H. M. Adnan Latief M.A. Ph.D. (II) Drs. Fachrurrazy M.A. Ph.D. Kata Kunci Materi Berbicara Bahasa Inggris Aspek Pendidikan Karakter. Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan materi berbicara Bahasa Inggris dengan menggabungkan aspek-aspek pendidikan karakter bagi siswa kelas delapan di SMPN 3 Batu. Materi ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan siswa dan kecocokan materi dengan silabus yang diberlakukan di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan yang diadaptasi dari Borg dan Gall (1983).Tahapan-tahapannya meliputi analisa kebutuhan pengembangan materi validasi dari ahli uji coba produk dan produk akhir. Terkait dengan keterbatasan penggunaan produk model awal digubah berdasarkan tujuan penelitian (skala kecil). Penggubahan dititik beratkan pada proses validasi produk and uji coba dilakukan berdasarkan kebutuhan dari subyek tertentu. Tahap analisa kebutuhan dilakukan untuk meninjau materi yang digunakan selama ini di kelas materi yang diharapkan dan beberapa kesulitan yang dihadapi oleh murid dalam memperlajari pelajaran berbicara Bahasa Inggris. Setelah tahapan tersebut materipun dikembangkan dengan mengadaptasi langkah-langkah dari BSNP 2006 dan mengikuti kerangka yang dirancang oleh Aniroh (2009). Pengembangan materi diawali dengan mempelajari silabus terkait materi berbicara di SMPN 3 Batu dan penilaian terhadap materi dilakukan dengan tujuan untuk mencari topik yang relevan untuk dikembangkan menjadi materi. Materi yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) keahlian berbicara untuk para siswa kelas delapan. 5 unit yang dibuat antara lain Persahabatan (memuat meminta memberi menolak bantuan meminta memberi dan mengingkari informasi dan membuat menerima dan menolak undangan) Ungkapkanlah (memuat meminta memberi dan menolak pendapat meminta dan memberi persetujuan dan mengklarifikasi) Menelepon (memuat memulai memperpanjang mengakhiri percakapan di telepon dan memberikan perhatian kepada pembicara) Ceritakan Pengalamanmu (memuat menceritakan kembali cerita/ pengalaman (recount) memulai memperpanjang dan mengakhiri sebuah percakapan dan membandingkan dua jenis surat) dan Cerita Rakyat Indonesia (memuat menanggapi teks-teks naratif). Pada setiap unitnya terdiri dari tiga sub-bab (kegiatan kotak aspek pembangunan karakter dan proyek akhir) dengan tugas dan aktifitas yang bervariasi baik yang dikerjakan secara perseorangan maupun kelompok. Peneliti juga mengadopsi model pembelajaran dengan tugas dan proyek. Kelima unit tersebut dibuat untuk memenuhi kebutuhan tehadap materi berbicara di semester dua. Beberapa aspek juga dipilih berdasarkan kecocokan dengan kegiatan yang akan dilakukan oleh para murid sehingga mereka sadar tentang pembelajaran karakter. Untuk membantu guru yang belum mengetahui cara mengajarkan aspek-aspek pembangunan karakter peneliti menyediakan buku panduan guru sehingga guru mengetahui apa yang seharusnya dilakukan untuk mengajarkan aspek-aspek tersebut. Tahapan berikutnya adalah validasi produk oleh para ahli. Dua ahli yang dilibatkan dalam tahapan ini ahli dalam pengembangan materi dan praktisi pendidikan. Setelah produk melewati tahapan validasi uji coba dilaksanakan. 20 murid diikutsertakan dalam tahap uji coba ini dengan tujuan mendapatkan komentar-komentar mereka terkait produk yang dikembangkan mengidentifikasi tingkat kesulitan materi serta meningkatkan instruksi dalam materi berbicara Bahasa Inggris. Hasil penilaian yang didapat dari para ahli pengembangan tergolong baik. Namun ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan terutama terkait kejelasan instruksi dan tata bahasa. Ahli pengembangan materi menyarankan untuk melakukan perbaikan pada meteri terkait ketidaklengkapan materi ketidakjelasan instruksi dan beberapa kesalahan yang terdapat pada kata-kata yang digunakan. Kemudian pada proses validasi yang kedua ahli menganggap bahwa materi sudah sangat baik dan dapat diuji cobakan. Menurut praktisi pendidikan materi yang divalidasi dikategorikan sebagai materi yang sudah layak dan praktisi menyarankan untuk menguji cobakan materi tersebut. Hasil uji coba 5 unit materi menunjukkan hasil yang cukup baik dan tidak perlu melakukan banyak perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian beberapa rekomendasi ditawarkan. Bagi peneliti yang memiliki ketertarikan pada pengembangan produk untuk menguji coba secara keseluruhan unit yang terdapat pada materi dengan tujuan untuk mendapatkan informasi terkait kelebihan dan kelemahan pada setiap bab dari materi tersebut. Rekomendasi lainnya adalah untuk bekerjasama dengan lebih dari satu praktisi pendidikan untuk mendapatkan masukan yang lebih variatif. Untuk peneliti yang berencana untuk melakukan penelitian pada area pengembangan penelitian ini dapat juga digunakan sebagai salah satu acuan dan referensi untuk pengembangan materi berbicara Bahasa Inggris.