Tesis
Using scaffolding technique to improve the writing ability of the 11th graders of SMAN 5 Mataram / Yulia Isnaini
Abstrak
Isnaini Yulia. 2014. Penggunaan Teknik Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Kelas Sebelas Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Mataram. Thesis Program Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. H. Ali Saukah MA. Ph.D (2) Dr. Johannes A. Prayogo. M.Pd M.Ed. Kata kunci kemampuan menulis tehnik scaffolding pendekatan proses menulis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini ditujukan untuk mengaplikasikan scaffolding sebagai strategy pengajaran untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran menulis report teks. Permasalahannya adalah siswa mendapat kesulitan mengumpulkan mengembangkan dan mengorganisir ide-ide mereka secara efektif kesulitan grammar dan mereka juga memiliki motivasi yang rendah dalam belajar. Maka dari itu peneliti mengajukan penggunaan teknik pengajaran scaffolding sebagai solusi yang efektif untuk memecahkan segala permasalahan ini. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara kolaboratif. Kolaborasi dilakasanakan bersama dengan guru Bahasa Inggris di kelas XI IPA 6 SMAN 5 Mataram. Kolaborasi yang dilakukan meliputi proses menyusun rencana pembelajaran menentukan kriteria kesuksesan. Prosedur penelitian meliputi perencanaan implementasi penggumpulan data dan analisis data. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XI IPA 6 di SMAN 5 Mataram di tahun ajar periode 2012/2013. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner lembar observasi catatan lapangan dan tugas menulis. Tehnik scaffolding diimplementasikan dalam dua putaran 4 pertemuan untuk putran pertama dan 3 pertemuan untuk putaran ke dua. Pendekatan proses menulis yang terangkai dalam setiap putaran penelitian mencakup 5 tahapan pembelajaran yang disebut prewriting drafting revising editing dan publishing. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwawa teknik scaffolding akan efektif ketika bantuan dan pendampingan dari guru diberikan pada seluruh tahapan process menulis dengan mengikuti prosedur yang terdiri atas beberapa langkah berikut (prewriting) adalah memberikan siswa beberapa gambar vidio brainstorming dalam bentuk tanya jawab word webbing diagram scaffolding yang telah dimodifikasi dan permodelan contoh teks (drafting) adalah permodelan dan pemberian daftar kosa kata teknis (revising) adalah diskusi atau konferensi singkat yang terfokus dengan para siswa mengenai draft mereka pemberian pedoman revisi mandiri dan latihan perevisian (editing) adalah membacakan draft akhir di depan kelas sesi bertanya dan memberikan komentar dan memajangnya di majalah dinding kelas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan scaffolding sebagai teknik pengajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks report jauh lebih baik dibandingkan ketika mereka diajarkan dengan menggunakan instruksi lainnya. Terdapat 31 dari 32 siswa telah lulus berdasarkan skor 75 sebagai nilai KKM. Dalam kaitannya dengan partisipasi siswa dalam kegiatan menulis dikelas terdapat peningkatan dari 81.04% di putaran pertama ke 88.1% di putaran kedua. Berkenaan dengan hasil kuisioner tentang respon siswa terhadap implementasi teknik scaffolding 78.1% siswa setuju bahwa teknik scaffolding telah membantu mereka untuk mengorganisasikan ide dan kosa kata. 53.1% siswa mengaku bahwa merasa termotivasi dan 68.7% dari mereka menunjukkan ketertarikan dalam mengikuti aktifitas belajar mengajar. Dengan hasil penelitian ini disarankan bagi para guru bahasa untuk menggunakan scaffolding sebagai teknik pengajaran yang efektif untuk menyelesaikan permasalahan di kelas khususnya yang terkait dengan pemebelajaran menulis. Khusus untuk guru bahasa Inggris di SMAN 5 Mataram terkait dengan kelemahan dari penelitian ini dimana masih terdapat satu orang siswa yang masih belum mampu untuk lulus berdasarkan nilai (KKM) guru tersebut harus menggunakan strategi lain untuk memperbaiki kemampuan menulis siswa tersebut. Selanjutnya bagi para peneliti disarankan menggunakan hasil penelitian ini sebagai sebuah acuan dalam melaksanakan penelitian yang terkait dengan penggunakan teknik scaffolding untuk level siswa yang berbeda dan keahlian berbahasa yang lain.