Skripsi
Peningkatan kemampuan berwawancara dengan menggunakan model problem based learning siswa kelas V SDN Bendogerit 1 Kota Blitar / Ardat Dwi Cahyo
Abstrak
Cahyo Ardat Dwi. 2014. Peningkatan Kemampuan Berwawancara Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas V SDN Bendogerit 1 Kota Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Alif Mudiono M. Pd (II) Dra. Yuli Widiarti S.Pd. Kata kunci berwawancara problem based learning Berdasarkan hasil temuan observasi lapangan di SDN Bendogerit 1 Kota Blitar kelas V dimana keterampilan berbicara khususnya dalam materi berwawancara kepada narasumber masih kurang bervariasi dan cenderung hanya menggunakan metode ceramah. Materi berwawancara tidak sepenuhnya dapat dikusasi oleh siswa karena kegiatan berwawancara hanya dilakukan kepada teman sebangku. Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara khususnya pada materi berwawancara siswa kelas V SDN Bendogerit 1 Kota Blitar melalui model Problem Based Learning. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Bendogerit 1 Kota Blitar dengan jumlah siswa sebanyak 37 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki- laki dan 21 siswa perempuan. Teknik analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari data yang didapatkan menunjukkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan keterampilan berwawancara siswa kelas V SDN Bendogerit 1 Kota Blitar terbukti hasil belajar siswa menunjukkan ketuntasan klasikal 37 83% pada pratindakan menjadi 45 94% pada siklus I dan 94 59% pada siklus II. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berwawancara siswa kelas V SDN Bendogerit 1 Kota Blitar dalam hal menemukan masalah mengungkapkan permasalahan menemukan solusi dari permasalahan aspek kebahasaan dan non kebahasaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan agar guru menggunakan model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berwawancara dengan narasumber. Selain itu sebaiknya guru merancang RPP sesuai materi yang diajarkan menggunakan model yang lebih inovatif sehingga menarik siswa dalam belajar sesuai dengan materi yang akan diajarkan selalu mengadakan perbaikan pembelajaran sesuai dengan permasalahan atau kekurangan yang dihadapi sebelumnya mengelola kelas sesuai dengan kebutuhan siswa menciptakan keadaan yang kondusif dalam pembelajaran.