Skripsi
Analisis pengaruh belanja modal dan pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah (studi kasus kabupaten di Jawa Timur) / Evan Yusuf Hidayat
Abstrak
Hidayat Evan Yusuf. 2012. Pengaruh Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Skripsi Jurusan Akuntansi Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Sulastri S.Pd. M.SA. (II) Makaryanawati S.E. M.Si. Ak. Kata Kunci Belanja Modal Pendapatan Asli Daerah Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Otonomi daerah yang serentak dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2001 memberikan kesempatan bagi daerah untuk menyusun serta mengelola keuangannya sesuai aspirasi masyarakat. Pemerintah pusat mengharapkan dengan adanya otonomi daerah pemerintah daerah dapat mengekplorasi sumber daya yang ada di daerah secara maksimal. Hal ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kemandirian daerah di Indonesia. Sebagai pelaksana dari aspirasi masyarakat pemerintah daerah harus mengetahui kebutuhan masyarakatnya dan mendukung dalam bentuk pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Kabupaten di Jawa Timur yang diukur dengan menggunakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data yang digunakan adalah laporan realisasi APBD dari 6 kabupaten yang dijadikan sampel dari jumlah populasi keseluruhan yaitu 29 kabupaten. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Belanja Modal berpengaruh positif terhadap pertubumhan ekonomi daerah (2) Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah (3) Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan bagi pemerintah daerah agar lebih mengalokasikan dana dalam bentuk belanja modal dalam APBD untuk menambah aset tetap seperti peralatan gedung infrastruktur dan aset tetap lainnya. Anggaran yang disusun sebaiknya lebih didasarkan kepada kebutuhan daerah akan sarana dan prasarana baik untuk kelancaran tugas pemerintah maupun untuk fasilitas publik dan pemanfaatan belanja sebaiknya dialokasikan untuk hal-hal yang bersifat produktif misalnya aktifitas pembangunan. Selain itu pemerintah hendaknya lebih menggali sumber daya dari daerah tersebut guna meningkatkan PAD yang dapat meningkatkan kemandirian daerah tersebut.