Skripsi
Pengembangan media animasi cerita bergambar pada pembelajaran berbahasa anak Kelompok Bermain B di PAUD Pelita Kasih Lawang / Elli Sulistiowati
Abstrak
Sulistiowati Elli. 2014. Pengembangan Media Animasi Cerita Bergambar Pada Pembelajaran Berbahasa Anak Kelompok Bermain B di Paud Pelita Kasih Lawang. Sripsi Penelitian dan Pengembangan Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Usep Kustiawan M. Sn (II) Drs. I Made Seken M. Pd Kata Kunci Media Animasi Cerita bergambar Bahasa Anak Usia Dini. Pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama keluarga sekolah dan masyarakat.. Kurangnya kemampuan menceritakan kembali pada anak usia 3-4 tahun karena teknik pembelajaran dan media yang digunakan belum mampu menarik minat anak. Kemampuan berbahasa yaitu menceritakan kembali cerita sederhana diharapkan lebih optimal jika anak usia dini konsentrasi menyaksikan cerita dengan menggunakan media animasi cerita bergambar. Tujuan Pengembangkan media animasi cerita bergambar pada pembelajaran berbahasa anak kelompok bermain B di Paud Pelita Kasih Lawang adalah supaya anak usia dini konsentrasi dan memahami isi cerita sehingga mampu menceritakan kembali dengan kata-kata sederhana dengan membentuk rangkaian cerita sederhana. Anak usia dini juga diharapkan mampu menceritakan cerita sederhana yang telah disaksikan kepada teman dan guru. Peneliti menyusun sebuah pengembangan media animasi cerita bergambar pada pembelajaran berbahasa dengan membuat sebuah rancangan penelitian pengembangan Research and Development (R D) yaitu penelitian digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kevalidan produk tersebut. Prosedur Penelitian dan Pengembangan adaptasi Sugiono adalah 1) Potensi dan Masalah 2) Pengumpulan Data 3) Desain Produk 4) Validasi Desain 5) Uji Coba Pemakaian 6) Revisi Produk 7) Uji Coba Produk 8) Revisi Desain. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil penelitian dan pengembangan ini diperoleh 100 % untuk hasil validasi ahli pembelajaran 98 07 % untuk hasil validasi ahli media 93 75 % untuk hasil validasi ahli materi bahasa 100 % untuk hasil uji coba kelompok kecil dan 93 33% untuk hasil uji coba lapangan. Berdasarkan hasil tersebut pengembangan media animasi pada pembelajaran berbahasa digolongkan dalam kriteria layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil validasi observasi pada uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan disimpulkan bahwa pengembangan media animasi pada pembelajaran berbahasa menarik menyenangkan dan mudah digunakan. Diharapkan hasil pengembangan media animasi pada pembelajaran berbahasa dikembangkan lebih baik lagi tepat guna dan tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan mencapai tujuan pembelajaran berbahasa anak usia dini.