Tesis
Pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Inuversitas Negeri Malang / Dwi Fauzia Putra
Abstrak
Putra D.F. 2014. Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Tesis. Pendidikan Geografi Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sumarmi M.Pd. (II) Dr. Budijanto M. Sos. Kata kunci model pembelajaran treffinger berpikir kreatif. Treffinger merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang secara khusus menangani kemampuan berpikir kreatif. Dalam penelitian ini model Treffinger digunakan membelajarkan mahasiswa berpikir kreatif melalui teknik-tek-nik kreatif. Mulai dari teknik yang sederhana pada tingkat pertama hingga yang maje-muk melalui pemecahan masalah kreatif (PMK) pada tingkat ketiga. Kreativitas bagi mahasiswa sebagai salah satu sarana untuk aktualisasi diri. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger ter-hadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian dilakukan di Program Studi S1 Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitian merupakan mahasiswa angkatan 2012 offering B sebagai kelas eksperimen dan offering K sebagai kelas kontrol. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan nilai rata-rata ujian tengah semester. Penelitian di-lakukan pada mata kuliah geografi ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian eks-perimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu berpikir kreatif dan variabel bebasnya adalah model pembelajaran Treffinger. Instrumen pengukuran kemampuan berpikir kreatif mahasiswa menggunakan tes essay. Hasil pengukuran berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan selisih nilai pre test dan post test rata-rata gain score kemam-puan berpikir kreatif mahasiswa kelas eksperimen lebih tinggi dengan skor 29 2 di-bandingkan dengan kelas kontrol dengan skor 12 2. Hasil perhitungan analisis uji t menggunakan independen sample t test diperoleh data p-level lebih kecil dari 0 05 (p