UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Hubungan antara pelaksanaan program induksi guru pemula dan kinerja guru dalam meningkatkan manajemen pembelajaran pada SDN di Kota Malang / Wahyu Okta Sulistiani

Sulistiani, Wahyu Okta - Nama Orang;

Abstrak
Hubungan antara Pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula dan Kinerja Guru dalam Meningkatkan Manajemen Pembelajaran pada SDN di Kota Malang. Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono M.Pd (II) Dr. H. Imron Arifin M.Pd. Kata kunci pelaksanaan program induksi guru pemula kinerja guru dalam manajemen pembelajaran . Tolak ukur pendidikan dapat dikatakan bermutu apabila pendidikan dapat membentuk generasi muda menjadi cerdas berkarakter bermoral dan berkepribadian yang baik sesuai dengan norma sosial. Salah satu upaya pemerintah dalam menciptakan pendidikan yang bermutu dengan meningkatkan kualitas kinerja guru. Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru tidak hanya dilakukan melalui pengadaan ujian-ujian bagi guru namun dilakukan pula dengan mengadakan program induksi guru pemula. Peraturan pemerintah mengenai program induksi guru pemula bertujuan untuk mengenalkan guru pemula dengan lingkungan sekolah atau lingkungan kerjanya. Program induksi ini dilakukan agar guru-guru pemula mampu menjadi tenaga pendidik yang profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) seberapa tinggi pelaksanaan program induksi guru pemula pada SDN di Kota Malang (2) seberapa tinggi kinerja guru pemula dalam meningkatkan manajemen pembelajaran pada SDN di Kota Malang dan (3) apakah ada hubungan antara pelaksanaan program induksi guru pemula dengan kinerja guru dalam meningkatkan manajemen pembelajaran pada SDN di Kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru pemula yang sudah mengikuti induksi pada SDN di Kota Malang dengan jumlah guru 49 terdiri dari guru laki-laki dan guru perempuan. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik nonprobability sampling dengan menggunakan metode sampling jenuh dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Data diambil dengan menggunakan angket yaitu meliputi angket pelaksanaan program induksi guru pemula dan angket kinerja guru dalam meningkatkan manajemen pembelajaran. Analisis data penelitian dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 32 65% pelaksanaan program induksi guru pemula sangat tinggi pada SDN di Kota Malang yaitu yang kategorinya tinggi sebesar 54 06% yang dikategorikan sedang sebesar 12 24% dan yang kategorinya rendah sebesar 2 04%. Sedangkan untuk hasil kinerja guru dalam meningkatkan manajemen pembelajaran dengan kategori sangat tinggi sebesar 34 69% yang kategorinya tinggi sebesar 59 18% yang dikategorikan sedang sebesar 4 08% dan yang kategorinya rendah sebesar 2 04%. Sementara itu hasil analisis korelasional menunjukkan korelasi sebesar 0.004. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif dalam penelitian ini diterima. Ini berarti semakin baik dan semakin tingginya pelaksanaan program induksi yang diikuti oleh guru pemula maka akan berdampak positif terhadap kinerja guru dalam meningkatkan manajemen pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan program induksi pada SDN di Kota Malang sebagian besar sudah tinggi dan tingkat kinerja guru dalam meningkatkan manajemen pembelajaran juga sudah tinggi. Oleh karena itu guru pemula sebaiknya lebih termotifasi untuk mengikuti program induksi sesuai dengan metode yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan guru pemula terhadap lingkungan kerja yang baru serta untuk meningkatkan kualitas kerja guru pemula secara individu yang akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja dalam manajemen pembelajaran. Pembimbing program induksi hendaknya membatu guru pemula dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekolah dan mengenalkan guru pemula terhadap iklim kerja dan budaya sekolah yang ada. Bagi kepala sekolah mendukung kegiatan program induksi yang diadakan di sekolahnya dengan cara menyediakan saran dan prasaran yang dibutuhkan selama progaram induksi berlangsung. Selain itu kepala sekolah hendaknya berpartisipasi secara aktif dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya program induksi sesuai dengan pedoman yang telah ada. Sementara itu bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian sejenis dapat melanjutkan penelitian terhadap berbagai aspek-aspek program induksi yang lain seperti metode yang digunan kesiapan serta keseriusan pihak sekolah dalam melaksanakan program induksi dan lain-lain.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.12 SUL h
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Administasi Pendidikan, 2014.
Deskripsi Fisik
ix, 79 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01170/KI/14
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. GURU (PENDIDIKAN DASAR) - PROFESIONALISME
2. SEKOLAH (PENDIDIKAN DASAR) - ORGANISASI DAN MANAJEMEN

Pembimbing
1. Bambang Budi Wiyono ; 2. Imron Arifin
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik