Skripsi
Peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan sirkuit manipulatif pada Kelompok A TK Negeri Pembina Kota Blitar / Ari Aulia Sasmi Esa
Abstrak
Esa Ari Aulia Sasmi. 2014. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Sirkuit Manipulatif Pada Kelompok A TK Negeri Pembina Kota Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Kentar Budhojo M.Pd (II) Dra. Lilik Bintartik M.Pd Kata Kunci anak kelompok A motorik kasar permainan sirkuit manipulatif. Kemampuan motorik kasar merupakan kemampuan yang sangat terlihat pada karakeristik anak usia dini. Gerakan dasar manipulatif pada motorik kasar sangat berpengaruh terhadap perkembangan gerakan dalam mengolah tubuh kemampuan motorik dipengaruhi oleh unsur motorik anak. Berdasarkan hasil observasi pada anak kelompok A TK Negeri Pembina Kota Blitar diketahui bahwa kemampuan dalam mengolah gerakan dasar manipulatif masih belum optimal seperti yang diharapkan. Hal ini diperkuat dengan 14 dari 20 anak masih belum menguasai unsur keseimbangan dan ketepatan motorik. Tujuan penelitian ini 1) mendeskripsikan penerapan kegiatan bermain sirkuit manipulatif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar dalam unsur keseimbangan dan ketepatan 2) mendeskripsikan peningkatan motorik kasar anak usia dini pada kelompok A TK Negeri Pembina Kota Blitar. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Pada setiap siklus meliputi perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi catatan lapangan dan dilengkapi dengan dokumentasi foto. Analisis data penelitian yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif persentase dan kualitatif. Permaian Sirkuit Manipulatif dilaksanakan sangat baik oleh guru dan anak dengan langkah-langkahnya meliputi anak meniti balok sambil membawa tongkat dengan posisi di belakang kepala anak pada Pos I. Pos II anak melempar kantong biji matahari ke dalam keranjang dengan jarak 1 5 meter. Pos III anak meniti bambu berzig-zag dengan merentangkan kedua tangan sambil membawa beban kotak kenanga. Pos IV anak melompat dengan memegang bola basket di atas kepala yang bertumpu pada geometri bunga dan melempar bola basket dengan posisi lemparan 2 tangan di atas kepala ke dalam ring basket. Kemampuan motorik kasar pada pratindakan mencapai rata-rata 57 25 dan persentase 30% dengan kategori belum mampu siklus I mencapai rata-rata 65 dan persentase 45% dengan kategori kurang mampu dan siklus II mencapai rata-rata 80 dan persentase 77 5% dengan kategori sangat mampu. Berdasarkan hasil penelitian disarankan guru menerapkan permainan Sirkuit Manipulatif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak terutama dalam unsur keseimbangan dan ketepatan motorik selain itu permainan Sirkuit Manipulatif juga dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak usia dini demi terwujudnya kemajuan perkembangan yang lebih optimal baik dari segi fisik maupun psikis anak.